NewsPolitik

Bawaslu Sumbar Bekali 176 PPPK Hadapi Pemilu 2029

44
×

Bawaslu Sumbar Bekali 176 PPPK Hadapi Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
176-pppk-bawaslu-sumbar-tuntaskan-orientasi,-fokus-persiapan-pemilu-2029
176 PPPK Bawaslu Sumbar Tuntaskan Orientasi, Fokus Persiapan Pemilu 2029

Padang – Sebanyak 176 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Sumatera Barat telah menyelesaikan rangkaian masa orientasi pada Senin (10/8/2026).

Prosesi penutupan acara yang digelar di Aula Bawaslu Sumbar tersebut dipimpin langsung secara daring oleh Deputi Administrasi Bawaslu RI, La Bayoni.

Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, Rinaldi Aulia, menjelaskan bahwa pembekalan tersebut telah berjalan secara mandiri dalam lima gelombang mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

Guna memacu semangat kerja, pihak penyelenggara memberikan penghargaan khusus kepada peserta yang berhasil meraih predikat nilai terbaik di setiap kelasnya.

Koordinator Divisi SDMOD, Febrian Bartez, turut mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi diri dan mempererat sinergi tim di luar lingkungan pelatihan.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Vifner, menekankan pentingnya peran sekretariat yang solid dalam mendukung efektivitas pengawasan di lapangan.

Vifner menambahkan bahwa delapan hari masa orientasi telah membekali para pegawai dengan pemahaman teknis serta administratif yang mumpuni.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Muhamad Khadafi, memandang bahwa kegiatan ini merupakan fondasi vital dalam mematangkan kesiapan personel menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Khadafi, penguatan kualitas SDM sejak dini sangat krusial agar seluruh aspek pengawasan, pencegahan, hingga penindakan pelanggaran dapat terlaksana dengan optimal.

La Bayoni menegaskan bahwa kontribusi para PPPK sangat strategis guna memperkokoh struktur kelembagaan Bawaslu ke depannya.

Ia juga mengingatkan bahwa persiapan intensif jelang Pemilu 2029 bakal dimulai pada tahun 2027, sehingga setiap individu harus sigap memantaskan diri.

Seluruh peserta kini diminta segera kembali ke unit kerja masing-masing guna mengimplementasikan ilmu tersebut demi menjaga integritas pengawasan pemilu.