Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Germán Larrea Perluas Imperium Tambang Meksiko

75
×

Germán Larrea Perluas Imperium Tambang Meksiko

Sebarkan artikel ini
germn-larrea,-juragan-tambang-misterius-meksiko-berharta-rp1.103-t
Germn Larrea, Juragan Tambang Misterius Meksiko Berharta Rp1.103 T

Jakarta – Germán larrea Mota Velasco, pengusaha tambang asal Meksiko, kini masuk jajaran elite orang terkaya dunia berkat bisnis tembaga yang dibangunnya lewat Grupo México. Forbes per Minggu (10/5) menempatkan kekayaannya di angka US$63,5 miliar atau sekitar Rp1.103,46 triliun dengan kurs Rp17.377 per dolar AS, membuatnya berada di urutan ke-33 orang terkaya global.

Larrea lahir di Mexico City pada 26 Oktober 1953 dari keluarga bisnis besar. Ia merupakan putra jorge Larrea Ortega, pendiri Grupo México yang dijuluki “Raja Tembaga”. Meski tumbuh dalam lingkaran konglomerat, kisah masa kecilnya tidak banyak terdokumentasi.

Ia menempuh pendidikan di Universidad Anáhuac, Mexico City, dengan mengambil jurusan Teknik dan Administrasi Bisnis. Latar pendidikan itu kemudian menjadi fondasi karier bisnisnya di berbagai sektor.

Namun, langkah awal Larrea justru tidak dimulai dari tambang. Pada 1978,ia mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan bernama Grupo Impresa,lalu memimpinnya sebagai chairman sekaligus CEO.

Baru pada 1981, Larrea mulai masuk lebih dalam ke bisnis keluarga. Sejak saat itu, ia memegang sejumlah posisi penting di Grupo México. Meski begitu, ia masih mengelola Grupo Impresa hingga akhirnya melepas perusahaan tersebut pada 1989.

Setelah menutup babak di industri percetakan, Larrea mengalihkan fokus sepenuhnya ke bisnis tambang milik keluarga. Pada 1994, ia diangkat sebagai Presiden dan CEO Grupo México menggantikan ayahnya. Lima tahun kemudian, setelah Jorge Ortega wafat, Larrea bersama istri dan keluarganya mewarisi 60 persen saham perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, Grupo México berkembang pesat. Bloomberg mencatat perusahaan ini bukan hanya menguasai Southern Copper Corp, tambang tembaga besar yang beroperasi di Peru dan meksiko, tetapi juga memperluas bisnis ke infrastruktur dan transportasi.

salah satu aset penting mereka adalah gmexico Transportes SAB, pemilik jaringan rel sepanjang 11 ribu kilometer yang membentang dari Meksiko hingga Florida, Amerika Serikat. Ekspansi itu memperkuat posisi Grupo México sebagai konglomerasi besar di kawasan.

Di balik pertumbuhan tersebut, perusahaan juga pernah terseret persoalan lingkungan. Pada 2014, Grupo México menjadi sorotan setelah kebocoran tambang tembaga di Sonora mencemari dua sungai di wilayah itu. Pemerintah kemudian meminta perusahaan menyediakan kompensasi US$150 juta dalam bentuk dana perwalian untuk warga terdampak.

Meski sempat diterpa masalah, kinerja perusahaan tetap melaju. Pada 2025, Grupo México membukukan pendapatan US$18,8 miliar atau setara Rp326,69 triliun, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. laba perusahaan pada periode yang sama mencapai US$5,04 miliar atau sekitar Rp87,58 triliun.

Larrea juga sempat mencoba peruntungan di sektor perbankan. Tahun lalu, ia mengajukan penawaran US$7 miliar untuk membeli Banamex dari Citibank, tetapi proposal itu ditolak.

Di luar dunia usaha,Larrea dikenal sangat tertutup. Ia jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah memberi wawancara.

Saat ini, ia tinggal di Mexico City bersama anak dan seorang putrinya. Selain tambang, Larrea juga memiliki St.George Stable, perusahaan pembiakan kuda pacuan yang cukup dikenal.