Tutup
PerbankanTeknologi

ParagonCorp Kembangkan Smart Lab 2.0 Berbasis AI

95
×

ParagonCorp Kembangkan Smart Lab 2.0 Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
smart-lab-2.0-paragoncorp:-menuju-rdand-berbasis-ai,-adaptif-dan-berdampak
Smart Lab 2.0 ParagonCorp: Menuju RdanD Berbasis AI, Adaptif dan Berdampak

Jakarta – ParagonCorp mempercepat lompatan risetnya ke Smart Lab 2.0, fase ketika kecerdasan buatan atau AI mulai diintegrasikan ke dalam formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

Langkah itu dipaparkan Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, dalam sesi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Revelation & Intelligent Experiment Design” pada forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang digelar PERKOSMI di jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Sebagai pameran dan forum B2B untuk bahan baku,formulasi,serta teknologi kosmetik,ICI 2026 menjadi panggung bagi industri untuk membahas arah inovasi kosmetik nasional,termasuk pemanfaatan AI dalam riset dan pengembangan.

Dorongan untuk bertransformasi muncul dari skala bisnis ParagonCorp yang terus membesar. Saat ini perusahaan mengelola lebih dari 17 merek dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif.setiap produk menuntut proses riset yang panjang, mulai dari pemilihan bahan aktif, pengujian stabilitas formula, hingga penyesuaian shade agar sesuai dengan karakter kulit konsumen.

Di sisi lain,kebutuhan pasar juga berubah cepat. Konsumen makin menuntut produk yang personal, presisi, dan relevan dengan kebutuhan mereka.

ParagonCorp sendiri telah menempuh perjalanan digitalisasi R&D secara bertahap. Perusahaan memulai dari sistem manual berbasis kertas dan logbook, berlanjut ke smart Lab 1.0 lewat platform formulasi berbasis web, lalu masuk ke Smart Lab 2.0 yang menambahkan lapisan AI di atas infrastruktur digital yang sudah terintegrasi.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi,” ujar dr. Sari. Ia menegaskan, tujuan utama langkah tersebut bukan semata mempercepat inovasi, melainkan juga membuat proses riset lebih adaptif, sistematis, dan mudah dikembangkan.

Tahap berikutnya juga sudah disiapkan. ParagonCorp menargetkan Smart Lab 3.0 dengan pengembangan robotic formulation, automated warehouse, dan close-system automated pilot scale.

Dalam praktiknya, AI sudah digunakan pada sejumlah lini riset perusahaan. Salah satunya AI Color Matching untuk formulasi kosmetik. Dengan dukungan kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem ini mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan akurasi lebih dari 95 persen sekaligus memangkas waktu formulasi sekitar 60 persen dibanding metode konvensional.

AI juga dipakai untuk ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui analisis biological big data seperti skin genomics, metabolomics, dan skin microbiome. Pendekatan itu membantu peneliti menemukan kandidat bahan aktif yang lebih tepat untuk kebutuhan kulit, termasuk brightening, anti-acne, dan skin barrier.

Pemanfaatan AI turut mendorong inovasi yang lebih inklusif.ParagonCorp mengembangkan dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia untuk menghasilkan shade yang lebih merepresentasikan keragaman konsumen lokal, baik pada produk cushion maupun foundation.

“AI membantu kami memahami konsumen Indonesia lebih dalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan bisa lahir,” kata dr. Sari.

ParagonCorp menegaskan teknologi bukan tujuan akhir,melainkan alat untuk menghadirkan dampak yang lebih luas bagi konsumen dan industri.Dalam kerangka itu, AI diposisikan sebagai co-pilot yang mempercepat kerja tim peneliti tanpa menggantikan pertimbangan ilmiah dan tanggung jawab manusia.

“AI bagi kami adalah co-pilot,bukan autopilot,” ujar dr. Sari. Menurut dia, AI memang membuka kemungkinan baru, tetapi keputusan final tetap harus bertumpu pada sentuhan manusia agar inovasi tetap bertanggung jawab.Perusahaan menilai setiap percepatan yang dihasilkan AI harus berujung pada manfaat nyata, mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim limbah.

Kehadiran ParagonCorp di ICI 2026 sekaligus menegaskan peran perusahaan dalam mendorong industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

ParagonCorp menekankan bahwa pemanfaatan AI secara bertanggung jawab,dengan mengutamakan keamanan,etika,dan kebutuhan konsumen,menjadi kunci untuk membangun industri kosmetik Indonesia yang lebih personal,inklusif,dan kompetitif di pasar global.