Tutup
EkonomiInvestasiNews

Purbaya Siapkan Intervensi Obligasi untuk Tahan Rupiah

57
×

Purbaya Siapkan Intervensi Obligasi untuk Tahan Rupiah

Sebarkan artikel ini
purbaya-bakal-bantu-bi-stabilkan-nilai-tukar-rupiah-mulai-besok,-begini-strateginya
Purbaya Bakal Bantu BI Stabilkan Nilai Tukar Rupiah Mulai Besok, Begini Strateginya

Jakarta – menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah cepat untuk membantu Bank Indonesia menahan laju pelemahan rupiah yang sempat berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS. Pemerintah,kata dia,akan ikut masuk ke pasar obligasi agar tekanan terhadap mata uang nasional tidak makin dalam.

Purbaya menyebut intervensi itu akan dijalankan lewat Bond Stabilization Fund (BSF) dan sejumlah instrumen lain yang dimiliki pemerintah. Ia menegaskan kas negara masih cukup kuat untuk mendukung stabilisasi pasar.

“Dengan masuk ke bond market, itu yang Bond Stabilization Fund (BSF), tetapi belum fund semuanya. Kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini,” ujar Purbaya di Kementerian keuangan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah akan memanfaatkan dana yang masih belum terpakai untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi. Menurut dia, langkah itu penting agar tekanan jual dari investor asing bisa diredam.

“Kita masih banyak uang nganggur.Jadi nanti kita intervensi bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” katanya.

Purbaya menilai lonjakan yield berisiko mendorong investor asing melepas obligasi domestik. Jika itu terjadi, capital loss bisa muncul dan rupiah berpotensi kembali tertekan. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga agar arus dana asing tetap bertahan, bahkan masuk lagi ke pasar Indonesia.

“Kalau yield-nya naik terlalu tinggi, asing yang pegang bond di sini dia akan keluar sehingga ada capital loss. Jadi kita kendalikan itu supaya asing enggak keluar,” ucapnya.“Atau bahkan malah masuk kalau yield-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat,” lanjut Purbaya.

Ia menambahkan, langkah tersebut tidak akan mengganggu APBN. Menurut dia, posisi fiskal pemerintah masih aman, sementara asumsi kurs dalam APBN 2026 berada tak jauh dari pergerakan rupiah saat ini, meski asumsi makro dalam UU APBN 2026 tercatat Rp16.500 per dolar AS.

“Pada waktu kita hitung itu, asumsi rupiah kita sudah di atas asumsi APBN.Jadi enggak saya umumin, tetapi di atas itu, enggak jauh sama sekarang. Jadi APBN-nya masih relatif aman,” kata Purbaya.

Soal waktu pelaksanaan, ia memastikan dukungan terhadap stabilisasi rupiah akan segera dimulai. “Kita akan mulai membantu (BI) besok mungkin,” ujarnya.