Tutup
NewsPariwisataPolitik

DPRD Sumbar Dukung Padang Kejar Status Gastronomi UNESCO

93
×

DPRD Sumbar Dukung Padang Kejar Status Gastronomi UNESCO

Sebarkan artikel ini
wakil-ketua-dprd-sumbar-dukung-padang-menuju-kota-gastronomi-dunia-unesco-2027
Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Padang – Ambisi Kota Padang menembus jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy pada 2027 kian mendapat sokongan politik dan pemerintah pusat. Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria menegaskan, langkah itu bukan sekadar upaya administratif, melainkan momentum untuk mengangkat kuliner dan budaya Minangkabau ke panggung dunia.

Nanda menyebut perjuangan tersebut harus dipahami sebagai kerja besar kolektif untuk memperkuat identitas Sumatera Barat.

Ia menilai kekayaan kuliner Minangkabau tidak hanya unggul di cita rasa,tetapi juga menyimpan sejarah panjang,filosofi,nilai sosial,dan potensi ekonomi yang besar.

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat menunjukkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang sedang diperjuangkan Pemko Padang,” ujar Nanda, Senin (11/5).

Menurut dia, pengakuan UNESCO akan memberi efek berantai bagi perekonomian daerah.Sektor pariwisata budaya diperkirakan terdorong, sementara UMKM, industri kreatif, petani, hingga jasa pendukung juga ikut merasakan manfaatnya.

Ia juga menekankan bahwa kuliner Minang memiliki kekuatan pada ekosistem budayanya, bukan sekadar pada rasa.Tradisi makan bajamba,nilai kebersamaan urang awak,serta cara pengolahan makanan tradisional disebut menjadi pembeda kuat yang sulit ditiru daerah lain.

“Kita ingin kekayaan kuliner minang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena ekosistem budayanya yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Nanda meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama untuk mengawal proses seleksi UCCN yang dikenal ketat dan kompetitif. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai perlu satu langkah dalam agenda ini.

“Ketika Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO, maka dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi yang sangat luas bagi Sumatera Barat,” ujarnya.

Di level eksekutif, Pemerintah Kota Padang juga terus mematangkan persiapan. Kota ini diproyeksikan menjadi pusat kuliner nasional sekaligus kandidat kuat wakil Indonesia dalam UCCN kategori City of Gastronomy pada 2027. Upaya itu mendapat sambutan positif dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Menteri Ekraf Teuku Riefky harsya mengatakan penguatan Padang sebagai pusat kuliner nasional akan menegaskan identitas kota itu sebagai wilayah dengan kekayaan gastronomi bernilai tinggi. Ia menilai sinergi tersebut penting agar kuliner Minangkabau memenuhi standar global dan memberi dampak ekonomi nyata.

“Melalui kolaborasi ini,kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal,tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” kata Teuku Riefky saat menerima jajaran Pemko Padang di Jakarta,Kamis (7/5).

Dia menambahkan, kementeriannya siap mendampingi daerah dalam mengoptimalkan identitas kreatif agar reputasi ekonomi kreatif Indonesia ikut terdorong di panggung internasional.

Pendampingan itu, kata dia, juga mencakup kesiapan teknis dan penyusunan dokumen sesuai standar UNESCO.

“Sinergi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengawal seleksi nominasi UNESCO creative Cities Network (UCCN) 2027. Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO,” ujarnya.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut dukungan itu dengan menyatakan bahwa daerahnya punya modal budaya yang kuat untuk bersaing secara global. Ia menyebut rendang, sate Padang, gulai, sambal lado, tradisi makan bajamba, hingga akulturasi budaya urang Padang jalan barampek sebagai modal penting yang sudah dikenal luas.

“Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia,” kata Fadly.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang pada Februari 2026. Dokumen itu menggeser fokus pengembangan ekonomi kreatif kota dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner.

Pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk meminta pendampingan pemerintah pusat dalam menghadapi tahapan UCCN 2027,mulai dari sosialisasi,pengisian dossier,hingga seleksi administrasi dan substansi.

Delegasi Padang yang hadir antara lain Kepala Dinas Pariwisata kota Padang Yeni Yuliza,Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang Wirdanis,dr.Haris Satria, serta Ramani yang mewakili komunitas kuliner lokal.

Dukungan legislatif juga tampak dari kehadiran wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, dan Anggota DPRD Kota Padang argi Putra Finalo. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan daerah dalam mengawal langkah menuju UNESCO.

Jika berhasil, Padang akan menyusul sejumlah kota Indonesia lain yang lebih dulu masuk jaringan UCCN, di antaranya Pekalongan, surakarta, dan Ponorogo di kategori kerajinan dan kesenian, Bandung sebagai kota desain, Ambon sebagai kota musik, Jakarta sebagai kota literasi, serta Malang sebagai kota kreatif seni media.