Tutup
EkonomiKonsumenNews

Rumah Tangga Pangkas Tiga Pos Belanja Utama

86
×

Rumah Tangga Pangkas Tiga Pos Belanja Utama

Sebarkan artikel ini
awas!-4-pengeluaran-ini-bikin-keuangan-‘bocor-halus’
Awas! 4 Pengeluaran Ini Bikin Keuangan ‘Bocor Halus’

Jakarta – Tekanan biaya hidup membuat banyak keluarga dihadapkan pada pilihan yang lebih ketat dalam mengatur uang. Di tengah bayang-bayang inflasi, konsumen kini cenderung memangkas pengeluaran yang tak mendesak dan menimbang setiap rupiah yang keluar.

Perubahan perilaku itu turut disorot pakar konsumen asal Inggris, Vipin Porwal. Ia menilai masyarakat semakin berhati-hati saat berbelanja, dengan kebiasaan membandingkan harga, mencari penawaran terbaik, dan menyusun anggaran secara lebih terukur.

“Yang kami lihat saat ini adalah banyak konsumen sudah terbiasa memperhatikan harga murah dan mencari nilai terbaik, lebih berhati-hati dalam membuat anggaran, serta melakukan pembelian yang lebih terencana,” ujar Porwal, dikutip dari The Independant, Minggu, 17 Mei 2026.

Salah satu pos yang paling mudah dikurangi adalah makan di luar dan layanan pesan antar makanan. Di sektor ini, biaya tambahan dari platform kerap membuat tagihan membengkak tanpa disadari.

Perencana keuangan nathan Haas mengatakan, penghematan terbesar justru sering berasal dari kebiasaan sederhana. Ia menyebut memasak di rumah lebih sering bisa memangkas pengeluaran secara signifikan.

“Tempat saya melihat klien bisa melakukan pemotongan terbesar adalah pada makan di luar dan layanan pesan antar makanan. Dengan mengurangi makan di luar dan lebih sering memasak di rumah,sebagian besar orang bisa menghemat ratusan dolar,” kata Haas.

Ia menambahkan, rata-rata pengeluaran makan di luar mencapai sekitar US$2.841 per tahun atau setara Rp48,3 juta dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS. Untuk rumah tangga beranggotakan dua orang, pemangkasan setengah dari pos itu berpotensi menghemat sekitar US$237 atau sekitar Rp4,03 juta per bulan.

Belanja kebutuhan pokok juga menjadi sasaran berikutnya. Selisih harga antar supermarket bisa sangat lebar, sehingga berpindah tempat belanja dapat memberi dampak nyata terhadap total pengeluaran bulanan.

Hasil studi perbandingan harga menunjukkan,konsumen bisa menghemat sekitar 8,5 persen saat berpindah dari supermarket mahal ke jaringan ritel yang lebih murah. Di toko grosir berbasis keanggotaan, penghematan bahkan dapat menembus 21 persen.

Dalam sejumlah kasus, perbedaan harga antara toko premium dan toko diskon bisa mencapai 50 persen. Mengganti merek ternama dengan merek toko juga disebut sebagai langkah efektif untuk menekan biaya tanpa banyak mengorbankan kualitas.