Tutup
PropertiTeknologi

Hunian Perkotaan Beralih ke Smart Living Digital

73
×

Hunian Perkotaan Beralih ke Smart Living Digital

Sebarkan artikel ini
tren-smart-living-meningkat-di-tengah-gaya-hidup-serba-digital
Tren Smart Living Meningkat di Tengah Gaya Hidup Serba Digital

Jakarta – Pasar hunian perkotaan kini bergeser. Pembeli rumah tidak hanya mencari lokasi strategis dan desain menarik, tetapi juga menuntut keamanan, efisiensi, serta kemudahan mengakses rumah lewat perangkat digital.

Perubahan itu mendorong konsep smart living makin kuat di Indonesia. Tren ini paling cepat tumbuh di segmen hunian untuk anak muda dan keluarga baru, seiring meningkatnya penggunaan perangkat smart home yang didukung internet dan teknologi Internet of Things (IoT).

Laporan Smart home+City Indonesia memproyeksikan 15,2 juta rumah tangga di Tanah Air akan memakai teknologi smart home pada 2026. Data We Are Social juga menunjukkan jumlah pengguna rumah pintar naik dari 9,58 juta pada 2024 menjadi 11 juta pada 2025.

Melalui sistem ini, penghuni bisa mengendalikan berbagai perangkat rumah langsung dari smartphone secara real-time. Bagi banyak orang,terutama yang punya mobilitas tinggi,fitur keamanan menjadi daya tarik utama selain kenyamanan.

Pemantauan rumah dari jarak jauh dan pengaturan akses masuk pun makin diminati. Menangkap peluang itu,Evomab,penyedia teknologi smart home di bawah PT Aditya Sarana graha (ASG),menghadirkan smart lock dan CCTV berbasis IoT untuk pasar Indonesia.

“Rumah pintar di Indonesia bukan lagi sekadar tren gaya hidup, tetapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan keamanan dan efisiensi.Masyarakat juga mulai beralih ke gaya hidup ‘keyless’, meninggalkan sistem kunci mekanik konvensional dan beralih ke sistem digital,” kata Ryan Limanto, product Manager Home Locks and Security Solutions Division Evomab, dalam keterangan pers, Minggu, 17 Mei 2026.

Ryan menambahkan,adopsi smart home masih menghadapi sejumlah kendala. Di lapangan,kekhawatiran terhadap keamanan sistem digital,risiko gangguan teknologi,harga perangkat yang relatif tinggi,serta kebiasaan lama menggunakan kunci konvensional masih menghambat pertumbuhan.

Untuk menjawab kebutuhan itu, perusahaan menawarkan sistem multi-akses yang bisa dibuka melalui sidik jari, PIN, kartu akses, hingga aplikasi di smartphone. Dengan cara ini, Evomab berharap smart home tidak lagi dipandang semata sebagai gaya hidup modern, melainkan solusi praktis bagi kebutuhan rumah masa kini.