Tutup
EkonomiPerbankan

BI Genjot Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa Memadai

120
×

BI Genjot Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa Memadai

Sebarkan artikel ini
bos-bi-soal-intervensi-rupiah-ambrol:-cadangan-devisa-rp2.014-triliun
Bos BI soal Intervensi Rupiah Ambrol: Cadangan Devisa Rp2.014 Triliun

Jakarta – Bank Indonesia memastikan cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat untuk menopang intervensi di pasar valuta asing demi menjaga rupiah tetap stabil terhadap dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan posisi cadangan devisa kini berada di level US$114 miliar atau sekitar Rp2.014 triliun dengan asumsi kurs Rp17.668 per dolar AS.

Perry menjelaskan, BI telah meningkatkan intensitas intervensi melalui pasar spot, lindung nilai, dan forward. Ia menegaskan, cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar Assessing Reserve Adequacy atau ARA yang ditetapkan Dana Moneter Internasional.

“Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup,” ujar Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, senin (18/5). “Cadangan devisa masih di atas US$100 miliar, masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan,” lanjutnya.

Menurut Perry, intervensi di pasar valuta asing menjadi salah satu instrumen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di saat bersamaan, bank sentral juga menyesuaikan instrumen lain agar aliran modal masuk ke Indonesia tetap terjaga.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menaikkan imbal hasil sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI menjadi 6,41 persen. Perry menyebut kebijakan itu diarahkan untuk mempertahankan arus masuk modal asing.

ia mengatakan kebijakan tersebut terlihat efektif dari net inflow melalui SRBI yang mencapai US$105,16 miliar secara year to date hingga 18 Mei 2026. “Kenapa kami meningkatkan bunga SRBI? Supaya net inflow masih terjadi. Alhamdulillah itu mencatat inflow, sehingga menambah pasokan valas di dalam negeri,” katanya.

Selain itu, BI memperluas transaksi yuan-rupiah di pasar domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Bank sentral juga akan menurunkan batas pembelian dolar AS tunai di pasar domestik tanpa underlying dari US$50 ribu per pelaku per bulan menjadi US$25 ribu mulai Juni.

“Hal ini kami lakukan supaya yang beli dolar AS adalah yang betul-betul membutuhkan,” ujar Perry.

di pasar, rupiah ditutup di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. yuan China menguat 0,21 persen,dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen,dan won Korea Selatan naik 0,11 persen.

Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,01 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,52 persen.Dolar Hong Kong tercatat stabil terhadap dolar AS.

Pergerakan beragam juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,31 persen, dolar Australia terapresiasi 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,09 persen, dan franc Swiss menguat 0,25 persen terhadap dolar AS.