Tutup
KonsumenNewsPeristiwa

Pemko Padang Gulirkan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Iduladha

71
×

Pemko Padang Gulirkan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Iduladha

Sebarkan artikel ini

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan permukiman padat penduduk, sehingga memudahkan akses masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan pangan murah.

Hari pertama Operasi Pasar Murah dipusatkan di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Selasa (19/5/2026.
Hari pertama Operasi Pasar Murah dipusatkan di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Selasa (19/5/2026.

Padang – Pemerintah Kota Padang mulai menggelar Operasi Pasar Murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Program ini menyasar tiga kecamatan,yakni Padang Utara,Koto Tangah,dan Kuranji.

Kegiatan perdana berlangsung di Tempat evakuasi Sementara (TES) Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur pada Selasa (19/5/2026).

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan permukiman padat penduduk, sehingga memudahkan akses masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan pangan murah.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Kebutuhan Pokok Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengatakan pihaknya memangkas rantai distribusi dengan menggandeng langsung para distributor utama.

Langkah ini berhasil menekan harga komoditas seperti beras, telur, minyak goreng, gula, hingga cabai menjadi lebih rendah dari harga pasar tradisional.

“Kegiatan ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga barang pokok penting menjelang Iduladha,” ujar Edrian.

Dalam menjamin ketersediaan stok, Pemko Padang bekerja sama dengan Bulog, PPI, CP Tani Makmur, serta PT Genta Raya.

Efektivitas operasi ini terlihat jelas dari harga minyak goreng subsidi yang dijual Rp15.000 per liter, lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencapai Rp15.700.

Selain itu, pemerintah memberikan subsidi tambahan berupa kupon potongan harga sebesar Rp5.000 per lembar yang dibagikan kepada 300 warga.

Edrian menjelaskan, setiap warga dapat menggunakan maksimal dua kupon untuk mendapatkan potongan harga instan sebesar Rp10.000 saat melakukan pembayaran di kasir.

Warga menyambut antusias program ini. Salah seorang warga, Dewianrawita, mengaku sangat terbantu dengan ketersediaan produk yang lengkap serta harga yang jauh lebih hemat dibandingkan harga pasaran.

Setelah dilaksanakan di Padang Utara, operasi pasar murah akan berlanjut ke lokasi berikutnya.

Sesuai jadwal,kegiatan akan menyasar Kecamatan Koto Tangah pada 20 Mei dan berakhir di Kecamatan Kuranji pada 21 Mei 2026.