Tutup
IndustriPerbankanTeknologi

Menaker Dorong Pekerja Tingkatkan Inovasi Hadapi Tantangan Global

98
×

Menaker Dorong Pekerja Tingkatkan Inovasi Hadapi Tantangan Global

Sebarkan artikel ini
Menaker Yassierli saat menghadiri Apel Pegawai PT Panasonic Gobel Indonesia di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menaker Yassierli saat menghadiri Apel Pegawai PT Panasonic Gobel Indonesia di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas inovatif di tengah dinamika geopolitik, geoekonomi, dan pesatnya kemajuan teknologi global. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri apel pegawai di PT Panasonic Gobel Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menaker mengakui bahwa produktivitas pekerja saat ini sudah berada di jalur yang baik. Namun, ia menekankan bahwa pekerja tidak boleh cepat berpuas diri karena selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan demi kualitas hasil kerja yang lebih optimal.

“Produktivitas kita mungkin sudah baik, tetapi filosofi seorang pekerja yang inovatif adalah selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan inovasi,” ujar Yassierli.

Terkait pesatnya digitalisasi, Yassierli mendorong pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), komputer, hingga sensor digital. Menurutnya, berbagai instrumen tersebut harus menjadi pendukung utama untuk mendongkrak efisiensi di lapangan kerja.

Ia pun menyoroti pentingnya budaya continuous improvement yang diadopsi dari Jepang. Prinsip ini menuntut setiap pekerja untuk selalu bertanya dan mencari cara yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pekerjaan di masa mendatang.

“Saya belajar cukup lama di bidang teknik industri dan banyak belajar dari budaya kerja Jepang tentang continuous improvement. Selalu ada pertanyaan, bulan depan apa cara yang lebih baik yang bisa dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih produktif dan berkualitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Menaker menilai kolaborasi antara perusahaan dan serikat pekerja merupakan kunci dalam membangun inovasi kultural. Ia meyakini perpaduan antara disiplin kerja ala Jepang dan semangat kekeluargaan khas Indonesia akan memperkokoh tujuan perusahaan.

Yassierli juga menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan komitmen pembaruan kompetensi. Ia mengingatkan para pekerja agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman melalui semangat belajar yang konsisten.

“Inovasi dan produktivitas membutuhkan kompetensi baru. Karena itu, semangat untuk terus belajar harus selalu dijaga,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menegaskan prinsip no one left behind. Seluruh karyawan harus diberikan akses yang setara terhadap program peningkatan keterampilan, baik melalui upskilling maupun reskilling.

“Jangan sampai ada satu pun karyawan yang tertinggal. Semua berhak mendapatkan upskilling dan reskilling,” pungkas Yassierli.