Regulasi

Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Melambat, Simak Prospeknya Sepanjang Tahun Ini

115
×

Premi Asuransi Jiwa Kuartal I Melambat, Simak Prospeknya Sepanjang Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp47,2 triliun sepanjang kuartal pertama 2026. Angka ini mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp47,50 triliun.

Produk asuransi jiwa tradisional masih mendominasi perolehan premi dengan kontribusi sebesar Rp30,1 triliun, meski mengalami koreksi 2,9% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, kanal bancassurance tetap menjadi kontributor utama pendapatan premi dengan nilai Rp18,54 triliun, diikuti kanal distribusi alternatif senilai Rp14,44 triliun.

Di sisi lain, kanal keagenan menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 1,2% menjadi Rp14,29 triliun. Secara keseluruhan, jumlah tertanggung melonjak signifikan sebesar 20,9% menjadi 118,28 juta orang, sementara premi bisnis baru tumbuh 5% menjadi Rp27,90 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, memaparkan bahwa total pendapatan keseluruhan industri pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp47,63 triliun. Meski pendapatan menurun, industri tetap menjaga komitmennya dengan membayarkan klaim dan manfaat kepada masyarakat senilai Rp38,73 triliun, atau tumbuh 1,5% secara tahunan.

“Industri asuransi jiwa tetap menjalankan komitmen pembayaran klaim dan manfaat kepada masyarakat,” ujar Albertus dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).

Kondisi keuangan industri asuransi jiwa dinilai tetap tangguh. Total aset industri meningkat 5,8% menjadi Rp652,89 triliun, diikuti pertumbuhan total investasi sebesar 5,7% menjadi Rp571,70 triliun. Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga AAJI, Handojo G. Kusuma, menyebut portofolio investasi dikelola secara prudent dan terdiversifikasi.

Surat Berharga Negara (SBN) menjadi instrumen investasi terbesar dengan porsi 43,4% atau setara Rp248,03 triliun. Nilai investasi pada SBN bahkan melonjak 15,8% secara tahunan, yang menunjukkan peran aktif industri dalam mendukung pembangunan nasional.

Terkait pembayaran klaim, AAJI mencatat lonjakan klaim akhir kontrak hingga 112% menjadi Rp10,45 triliun. Sebaliknya, klaim surrender atau penebusan polis justru turun 30,4% menjadi Rp13,37 triliun. Sementara itu, klaim kesehatan mengalami kenaikan 15,3% menjadi Rp6,7 triliun.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menyatakan bahwa asuransi kesehatan diprediksi menjadi motor pertumbuhan industri ke depan. Menurutnya, potensi pasar kesehatan masih sangat besar mengingat tingkat penetrasi asuransi kesehatan terhadap PDB Indonesia yang masih rendah.

Meski premi asuransi kesehatan individu mengalami sedikit tekanan akibat melambatnya daya beli, premi untuk segmen kumpulan justru mencatatkan tren kenaikan. Industri kini tengah melakukan transformasi dan memperkuat koordinasi dengan regulator agar perlindungan kesehatan tetap optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…