Investasi

Jayamas Medica Bagi Dividen Rp 110 Miliar, Cek Potensi Yield Investor

114
×

Jayamas Medica Bagi Dividen Rp 110 Miliar, Cek Potensi Yield Investor

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) resmi memutuskan pembagian dividen tunai final sebesar Rp 4,08 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Senin (8/6/2026), dengan total alokasi dana mencapai Rp 110,4 miliar.

Berdasarkan data perdagangan per Rabu (10/6/2026), harga saham OMED ditutup pada level Rp 195 per saham, naik 0,52%. Dengan mengacu pada harga tersebut, investor berpotensi mendapatkan imbal hasil dividen atau dividend yield sebesar 2,09%.

Direktur Pemasaran OMED, Louis Hartanto, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham. Kebijakan ini diambil di tengah tren pertumbuhan kinerja operasional perseroan yang terus menunjukkan performa positif.

Selain agenda pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar bersamaan juga menyetujui pengalihan saham tresuri. Saham tersebut akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan komisaris (MESOP) tahap awal, dengan kuota maksimal 17 juta saham. Perseroan juga melakukan penyesuaian kegiatan usaha agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Performa keuangan perusahaan pada kuartal I-2026 mencatatkan hasil yang solid. Pendapatan OMED tumbuh 31,2% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 572,2 miliar, yang disokong oleh lonjakan volume penjualan sebesar 54,1%. Pertumbuhan pendapatan ini turut mengerek laba bersih sebesar 35,4% menjadi Rp 99 miliar. Efisiensi operasional juga terjaga, terlihat dari margin laba kotor yang meningkat menjadi 36% dari sebelumnya 33,7% pada periode yang sama tahun lalu, sementara margin laba bersih stabil di level 17,3%.

Strategi pengembangan bisnis OMED ke depan berfokus pada diversifikasi produk dan penguatan infrastruktur distribusi. Perseroan menjadwalkan produksi massal Intraocular Lens (IOL) pada kuartal IV-2026. Langkah ini diambil untuk menangkap potensi pasar operasi katarak yang sangat besar di Indonesia, sekaligus meningkatkan aksesibilitas produk medis bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, manajemen tengah merampungkan pembangunan National Distribution Center (NDC) baru di Pulo Gadung, Jakarta. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 untuk memperluas jaringan ritel omnichannel perusahaan.

Manajemen OMED optimistis terhadap prospek industri alat kesehatan yang dinilai memiliki permintaan stabil dan relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Guna memitigasi risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian geopolitik, perusahaan mengandalkan posisi kas yang mencapai Rp 1,3 triliun serta struktur permodalan yang sehat. Selain itu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada sejumlah produk yang telah melampaui 40% menjadi bantalan bagi perusahaan dalam menekan ketergantungan pada komponen impor dan biaya produksi.