Ekonomi

Prabowo Tekankan Nasionalisme sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

127
×

Prabowo Tekankan Nasionalisme sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional harus berlandaskan pada semangat nasionalisme yang kokoh. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebuah negara tidak dapat dipisahkan dari rasa cinta tanah air, sebuah prinsip yang ia yakini menjadi kunci keberhasilan negara-negara maju di dunia dalam membangun kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang berlangsung di Novotel, Bandar Lampung, pada Rabu (10/6). Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo menegaskan bahwa sejarah panjang pertumbuhan ekonomi global membuktikan bahwa nasionalisme adalah motor penggerak utama.

Prabowo mencontohkan keberhasilan negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, kawasan Eropa Barat, hingga Tiongkok sebagai bukti nyata bahwa kebangkitan ekonomi mereka ditopang oleh semangat kebangsaan yang kuat. Ia merujuk pada pemikiran sosiolog Amerika Serikat, Liah Greenfeld, dalam bukunya yang berjudul The Spirit of Capitalism. Dalam paparannya, Prabowo mengutip teori Greenfeld yang menyatakan bahwa ekonomi modern tidak akan berkembang secara optimal tanpa stimulasi dari rasa nasionalisme.

“Karakteristik sifat dari ekonomi modern tidak berkembang dengan sendirinya. Pertumbuhan ekonomi distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme,” ujar Prabowo saat memaparkan pandangannya di hadapan audiens. Ia menekankan bahwa nasionalisme merupakan elemen dasar bagi para pelaku ekonomi untuk menjaga keberlangsungan sistem kapitalisme yang sehat dan berorientasi pada kepentingan dalam negeri.

Dalam konteks domestik, Presiden menyoroti peran strategis yang harus dimainkan oleh anggota Hipmi. Ia berharap organisasi pengusaha muda ini tidak hanya berfokus pada pencapaian profit jangka pendek, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga arah pembangunan bangsa. Prabowo mengingatkan bahwa Hipmi lahir dari semangat nasionalisme, sehingga setiap langkah bisnis yang diambil seharusnya berkontribusi pada penguatan ekonomi domestik.

Presiden pun melontarkan refleksi kritis kepada para hadirin mengenai sistem ekonomi yang saat ini berjalan. Ia mengajak para pelaku usaha untuk mengevaluasi apakah sistem ekonomi yang diterapkan sudah sepenuhnya mencerminkan prinsip nasionalisme. Prabowo mengakui bahwa sistem ekonomi yang berlaku saat ini masih menyimpan banyak tantangan dan pertanyaan mendasar yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen pengusaha.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan pentingnya integritas bagi para pengusaha muda. Ia menekankan agar para pelaku bisnis di Indonesia tidak melanggar hukum dalam upaya mencari keuntungan. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan etika berbisnis merupakan bentuk nyata dari nasionalisme, karena pengusaha yang jujur akan turut memperkuat fondasi negara. Dengan mengintegrasikan semangat kebangsaan ke dalam praktik bisnis sehari-hari, Prabowo optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Ekonomi

KONTAN.CO.ID – Harga emas dunia jatuh lebih dari 2% pada perdagangan Rabu (10/6/2026) dan menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul setelah memanasnya kembali konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi serta peluang kenaikan suku bunga AS. Harga emas spot turun 2,7% menjadi US$4.148,86 per ons pada pukul 11.59 GMT, level terendah sejak 23 Maret. Sementara…