Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green 95. Penyesuaian harga ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pasar global.
Saat ini, harga Pertamax (RON 92) melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari harga awal Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil dengan menimbang situasi geopolitik dunia serta fluktuasi harga minyak di pasar internasional. Meski harus melakukan penyesuaian, ia memastikan perusahaan tetap memperhatikan daya beli masyarakat.
“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon melalui akun Instagram resmi Pertamina, Kamis (11/6).
Simon menambahkan bahwa kenaikan serupa sebenarnya juga diterapkan oleh badan usaha penyalur BBM swasta lainnya. Ia pun menegaskan bahwa kebijakan harga ini hanya berlaku pada BBM nonsubsidi dan tidak berdampak pada produk BBM bersubsidi.
Harga Pertalite dipastikan tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tidak mengalami perubahan harga dan tetap dijual Rp6.800 per liter. Simon menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga dengan dukungan penuh pemerintah.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama ini. Simon juga mengajak seluruh pihak untuk terus bijak dalam menggunakan energi.







