KesehatanNews

Pemkot Padang Optimalkan Layanan Kesehatan dan Respons Kedaruratan Warga

49
×

Pemkot Padang Optimalkan Layanan Kesehatan dan Respons Kedaruratan Warga

Sebarkan artikel ini
dinkes-kota-padang-perkuat-layanan-dokter-warga-dan-psc-119
Dinkes Kota Padang Perkuat Layanan Dokter Warga dan PSC 119

Padang – Pemerintah Kota Padang memperkuat jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi Public Safety Center (PSC) 119 dan program “Dokter Warga”.

Langkah strategis tersebut disosialisasikan secara resmi di Aula Dinas Kesehatan Kota Padang pada Rabu (24/6/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menyebut program “Dokter Warga” disiapkan sebagai pendamping bagi keluarga prasejahtera yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan saat mengalami sakit berat.

Masyarakat bisa mengakses bantuan dengan menghubungi nomor 119 atau berkoordinasi dengan petugas di Puskesmas terdekat.

Tim medis nantinya akan mendatangi kediaman pasien untuk memberikan pemeriksaan serta pendampingan berkelanjutan.

Apabila kondisi pasien memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas akan segera memfasilitasi rujukan ke rumah sakit.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Irwandi, menegaskan bahwa seluruh layanan PSC 119 beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Layanan ini menjadi garda terdepan untuk menekan angka fatalitas pada kondisi darurat seperti serangan jantung atau kecelakaan lalu lintas.

Dalam operasionalnya, petugas menerapkan sistem triase warna guna menentukan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.

Kategorinya meliputi zona merah untuk kondisi kritis, kuning untuk kondisi berat, hijau untuk non-darurat, serta hitam bagi pasien yang dinyatakan meninggal dunia.

Pihak dinas menetapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan target respons kedatangan tim medis maksimal 15 menit ke lokasi kejadian.

Selain itu, petugas wajib menyelesaikan proses triase dalam waktu maksimal lima menit setelah panggilan diterima.

Irwandi menyampaikan keprihatinan atas maraknya panggilan iseng yang menghambat kinerja tim di lapangan.

Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut secara langsung mengganggu efektivitas respons terhadap panggilan darurat yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat.

Oleh sebab itu, publik diimbau untuk menggunakan layanan 119 hanya dalam situasi medis yang bersifat darurat.

Saat ini, sinergi layanan telah melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Padang serta sembilan Puskesmas yang bersiaga penuh.

Data periode Februari 2025 hingga Mei 2026 mencatat sebanyak 346 panggilan masuk, 967 laporan masyarakat, dan 530 kunjungan medis ke rumah warga.

Seluruh fasilitas ini juga telah terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan Gratis milik pemerintah kota setempat.

Langkah ini menjadi perwujudan visi Smart City sekaligus upaya Pemkot Padang dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.