Agam – Ruas jalan di kawasan Balai Selasa, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, kembali menjadi lokasi aksi protes warga pada Sabtu malam (20/6/26). Warga setempat nekat menanam pohon pisang tepat di tengah lubang jalan yang menganga sebagai bentuk kekecewaan terhadap minimnya perhatian pemerintah.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Warga berharap pohon pisang tersebut menjadi penanda agar pengendara lebih waspada, terutama saat hujan mengguyur di malam hari ketika lubang tertutup genangan air yang berisiko menyebabkan kecelakaan tunggal.
“Kami sebagai warga kasihan dan tidak tega melihat sudah banyak lubang ini makan korban,” ungkap Deni dan Masri, dua warga setempat yang turut dalam aksi tersebut.
Bagi warga, penanganan tambal sulam menggunakan pelat seng dinilai tidak efektif. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk segera melakukan perbaikan permanen dengan standar jalan yang layak guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Aksi protes yang berlangsung untuk kedua kalinya ini mendadak viral setelah diunggah ke media sosial oleh akun Facebook Budi Akok. Banyak netizen yang menyoroti bahaya nyata yang mengancam nyawa warga akibat kondisi infrastruktur tersebut.
Di kolom komentar, masyarakat juga mulai menagih janji kampanye Bupati Agam, Benny Warlis. Warga mengingatkan kembali komitmen sang bupati yang pernah berjanji untuk tidak lepas tangan terhadap segala persoalan di Agam, baik yang menyangkut jalan provinsi maupun nasional.
Saat ini, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut memang tengah menjadi sorotan tajam. Selain di Balai Selasa, sejumlah titik lain di wilayah barat, termasuk jalur Kelok 44, diketahui mengalami kerusakan serupa yang menghambat mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat.







