EkonomiIndustriNews

Wamenaker Minta Perusahaan di Morowali Percepat Alih Keahlian Pekerja

50
×

Wamenaker Minta Perusahaan di Morowali Percepat Alih Keahlian Pekerja

Sebarkan artikel ini
gunakan-tka,-wamenaker-wajibkan-perusahaan-lakukan-alih-keahlian-ke-tenaga-kerja-lokal
Gunakan TKA, Wamenaker Wajibkan Perusahaan Lakukan Alih Keahlian ke Tenaga Kerja Lokal

Morowali – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas operasional PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) pada Selasa (23/6/2026).

Langkah pengawasan ini diambil pemerintah guna memastikan seluruh operasional perusahaan di kawasan strategis nasional tersebut mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, khususnya terkait penggunaan tenaga kerja asing (TKA).

Afriansyah menegaskan bahwa kehadiran pekerja asing harus memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Pihak perusahaan diwajibkan menjalankan program alih keterampilan secara masif agar pekerja Indonesia mampu meningkatkan daya saing global.

“TKA hanya diizinkan bekerja untuk keahlian tertentu dan dalam jangka waktu terbatas,” tegas Afriansyah mengenai batasan ketat bagi tenaga kerja asing.

Ia pun menginstruksikan manajemen perusahaan agar memastikan transfer ilmu berjalan efektif sehingga pekerja domestik mencapai kemandirian kompetensi.

Selain aspek operasional, Afriansyah mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Pasal 45 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2021.

Kepatuhan tersebut mencakup kewajiban analisis pasar kerja, sosialisasi hak dan kewajiban, hingga pengawasan ketat terhadap Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi penyetoran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) oleh pihak perusahaan.

Dana tersebut harus dioptimalkan untuk mendanai program pelatihan keterampilan serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Morowali.

Pemerintah terus mendorong sinergi antara pusat, daerah, dan pihak swasta agar investasi yang masuk memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

“Kita ingin investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM lokal dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan,” pungkasnya.