News

791 Karateka Sumatera Barat Berebut Gelar Juara di Pasaman

54
×

791 Karateka Sumatera Barat Berebut Gelar Juara di Pasaman

Sebarkan artikel ini
kejurda-forki-sumbar-2026-dibuka-di-pasaman,-wabup-parulian-harapkan-pembinaan-karateka-ditingkatkan
Kejurda FORKI Sumbar 2026 Dibuka di Pasaman, Wabup Parulian Harapkan Pembinaan Karateka Ditingkatkan

Lubuk Sikaping – Sebanyak 791 atlet karate dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Barat memadati GOR Tuanku Rao untuk berlaga dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI 2026.

Turnamen bergengsi yang memperebutkan Piala Ketua FORKI Sumbar ini resmi dibuka pada Sabtu (27/6/2026) dan akan berlangsung hingga besok.

Ketua FORKI Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, membuka langsung gelaran tersebut di hadapan ratusan kontingen serta jajaran Forkopimda Pasaman, pengurus KONI, dan anggota DPRD Sumatera Barat.

Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menilai kompetisi ini sebagai ruang strategis bagi generasi muda untuk mengasah mental, disiplin, dan jiwa sportivitas.

Parulian menegaskan bahwa esensi kemenangan seorang atlet melampaui raihan medali, melainkan berfokus pada kematangan emosional serta pengendalian diri.

“Kekuatan sejati bukan berasal dari pukulan atau tendangan, melainkan dari penguasaan diri,” ucap Parulian saat memberikan pengarahan kepada para peserta.

Selain mengincar prestasi, ia mengimbau agar seluruh atlet menjalani setiap tahapan pertandingan dengan semangat dan rasa gembira.

Ketua FORKI Pasaman, Tirto Edi, memimpin jajaran panitia untuk memastikan ajang ini berjalan maksimal sebagai wadah pengembangan bakat bagi karateka masa depan.

Dukungan serupa datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat yang menekankan pentingnya kejujuran bagi para wasit dan juri selama memimpin laga.

Seluruh atlet pun diminta untuk mengerahkan performa puncak mereka dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur fair play di atas matras.

Kejurda ini diharapkan menjadi momentum nyata dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga bela diri di seluruh penjuru Ranah Minang.