IndustriNews

Lion Air Kembali Layani Umrah dari Padang, BIM Siapkan Dukungan Penuh

56
×

Lion Air Kembali Layani Umrah dari Padang, BIM Siapkan Dukungan Penuh

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Padang – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menyiapkan dukungan operasional menyusul kembali beroperasinya penerbangan umrah langsung Padang–Jeddah–Padang.

Lion Air kembali melayani rute tersebut mulai 22 Juni 2026 menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A330.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, menyatakan pihak bandara menyambut baik layanan tersebut.

Menurutnya, penerbangan ini memudahkan masyarakat Sumatera Barat dan daerah sekitar menuju Arab Saudi.

Selain itu, jemaah dapat menunaikan ibadah umrah tanpa transit melalui bandara lain.

“Kami menyambut baik kembali beroperasinya penerbangan umrah langsung Padang–Jeddah. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan berangkat ke Tanah Suci,” kata Feni kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Berdasarkan pemberitahuan yang diterima BIM, penerbangan JT 080 beroperasi setiap Senin mulai 22 Juni hingga 27 Juli 2026.

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau pukul 12.05 WIB menuju Jeddah.

Sementara itu, penerbangan JT 081 melayani rute Jeddah menuju Padang setiap Jumat.

Penerbangan kepulangan tersebut berlangsung selama periode yang sama.

BIM Perkuat Koordinasi dan Layanan untuk Jemaah Umrah

Selain menyambut operasional penerbangan, BIM juga menyiapkan layanan bagi jemaah umrah.

Feni menjelaskan, BIM telah menyiapkan dukungan operasional untuk kelancaran pelayanan keberangkatan dan kedatangan jemaah.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh fasilitas dan layanan bandara siap mendukung operasional penerbangan umrah ini,” ujarnya.

Selain memberikan kemudahan perjalanan, penerbangan ini berpotensi meningkatkan pergerakan penumpang internasional melalui BIM.

Karena itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi para jemaah.