EkonomiNewsTransportasi

Hutama Karya Perbaiki Infrastruktur Jalan Nasional di Aceh Sumbar

72
×

Hutama Karya Perbaiki Infrastruktur Jalan Nasional di Aceh Sumbar

Sebarkan artikel ini
pulihkan-konektivitas,-hutama-karya-tangani-perbaikan-jalan-bencana-aceh-dan-sumbar
Pulihkan Konektivitas, Hutama Karya Tangani Perbaikan Jalan Bencana Aceh dan Sumbar

Jakarta – Pemulihan akses transportasi di Aceh dan Sumatera Barat segera direalisasikan menyusul penandatanganan kontrak perbaikan jalan nasional terdampak bencana oleh PT Hutama Karya (Persero).

Prosesi pengesahan kerja sama ini berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Arif Rahman selaku Executive Vice President Divisi Infrastruktur 1 Hutama Karya melakukan penandatanganan bersama Direktur Utama Hutama Karya Infrastruktur, Pulung Satyo Anggono.

Momen tersebut disaksikan langsung oleh jajaran manajemen, yakni Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi, dan Direktur Operasi II Hutama Karya Infrastruktur, Tomi Herlambang.

Sejumlah perwakilan Direktorat Jenderal Bina Marga, BPJN Aceh, serta jajaran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seperti Rio Andika, Irvansyah Putra, Jaya Yuliadi, dan Mulyadi turut hadir mengawal agenda tersebut.

Proyek perbaikan di Aceh menyasar tiga ruas vital, yakni jalur Simpang Uning ke batas Aceh Tengah/Gayo Lues, ruas batas Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren ke batas Aceh Tenggara, serta jalur batas Gayo Lues/Aceh Tenggara hingga Kota Kutacane.

Di sisi lain, fokus penanganan untuk wilayah Sumatera Barat diarahkan pada pembenahan ruas Koto Mambang Balingka di kawasan Malalak.

Manajemen Hutama Karya menempatkan proyek ini sebagai prioritas mendesak demi memulihkan arus mobilitas masyarakat dengan cepat.

Perusahaan menargetkan perbaikan ini dapat mengurai hambatan distribusi logistik sekaligus kembali menggerakkan roda perekonomian di daerah yang tertimpa musibah.

Selain berfokus pada kenyamanan pengguna, konstruksi ini sekaligus menjadi upaya peningkatan standar keselamatan infrastruktur nasional.

Pengerjaan ini diharapkan mampu membangun ketahanan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa depan.