Jakarta – Kematian dokter Icha di Timor Tengah Utara yang diduga dipicu oleh tekanan tiga anggota DPRD menjadi tamparan keras bagi integritas moral pejabat publik di tanah air.
Profesor Djohermansyah Djohan, Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, menilai insiden tersebut sebagai bukti nyata arogansi kekuasaan yang merusak sendi-sendi negara hukum.
Ia menegaskan bahwa tindakan oknum legislatif yang mencampuri prosedur medis karena desakan keluarga pasien merupakan bentuk pelanggaran etika yang tidak dapat dibenarkan.
“Anggota DPRD itu wakil rakyat yang terhormat, bukan penguasa yang bisa memaksa tenaga kesehatan bertindak di luar standar profesional,” ujar Djohermansyah.
Sang akademisi khawatir perilaku semena-mena ini hanyalah salah satu cerminan dari fenomena gunung es yang menjangkiti dunia birokrasi dan politik kita.
Kecenderungan untuk memposisikan diri sebagai penguasa absolut telah mengubah esensi jabatan dari pelayan publik menjadi instrumen pemaksaan kehendak pribadi.
Untuk memutus rantai perilaku buruk ini, partai politik dituntut untuk merombak total sistem rekrutmen kader dengan memprioritaskan integritas di atas kekuatan finansial.
Djohermansyah turut mengusulkan adanya evaluasi mendalam terhadap sistem pemilu legislatif guna menekan praktik pragmatisme yang seringkali mengorbankan kualitas kandidat.
Selain itu, ia mendesak pemerintah segera menyusun Undang-Undang Etika Penyelenggara Pemerintahan sebagai instrumen hukum yang memiliki daya ikat kuat bagi para pejabat.
Regulasi tersebut nantinya harus memuat sanksi tegas bagi siapapun penyelenggara negara yang terbukti menyalahgunakan wewenang atau bersikap intimidatif terhadap masyarakat.
Terkait kasus di Timor Tengah Utara, ia menuntut Badan Kehormatan DPRD setempat agar mengusut pelanggaran ini secara transparan dan tanpa keberpihakan.
Masyarakat kini menagih tindakan nyata dan keadilan sebagai syarat mutlak untuk memulihkan kepercayaan terhadap institusi legislatif.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa demokrasi Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki adab serta kerendahan hati dalam mengemban amanat rakyat.







