Bursa Saham

IHSG Menguat 1,19%, Simak Proyeksi Pergerakan Saham untuk Rabu 8 Juli

45
×

IHSG Menguat 1,19%, Simak Proyeksi Pergerakan Saham untuk Rabu 8 Juli

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Optimisme pasar muncul setelah indeks berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 70,42 poin atau 1,19% ke level 5.986,49 pada penutupan perdagangan Selasa (7/7/2026).

Total volume perdagangan pada sesi sebelumnya mencapai 21,92 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 10,19 triliun.

Kenaikan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen domestik yang positif serta aksi technical rebound di pasar saham. Meski demikian, para pelaku pasar tetap menunjukkan sikap waspada mengingat nilai transaksi yang masih cenderung rendah.

Salah satu katalis utama penguatan adalah data cadangan devisa Indonesia yang meningkat pada Juni 2026. Cadangan devisa naik menjadi US$ 145,6 miliar dari posisi US$ 144,9 miliar pada Mei 2026.

Peningkatan cadangan devisa ini memberikan dampak positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup menguat 0,08% ke level Rp 17.980 per dolar AS di pasar spot.

Sentimen domestik lainnya yang turut mendukung pasar adalah usulan DPR untuk melakukan penyesuaian anggaran pada Program Makan Bergizi (MBG) tahun 2027. Selain itu, rencana pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah susun subsidi turut memberikan dorongan bagi sektor properti.

Dari sisi teknikal, IHSG saat ini telah berada di atas level Moving Average 20 (MA20). Indikator MACD juga masih menunjukkan adanya minat beli yang kuat dari pelaku pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang support 5.900 dan resistance 6.000 pada perdagangan hari ini. Investor disarankan untuk tetap mewaspadai potensi pullback jangka pendek akibat aksi ambil untung (profit taking).

Level 6.000 menjadi titik krusial bagi pergerakan indeks ke depan. Penembusan di atas level tersebut diyakini akan membuka ruang penguatan yang lebih luas bagi pasar modal Indonesia.

Selain faktor domestik, pelaku pasar kini mulai mengalihkan perhatian pada dinamika ekonomi global. Rilis risalah pertemuan FOMC (FOMC Minutes) menjadi agenda yang dinantikan sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Pasar juga akan mencermati rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) domestik. Data ini dianggap sebagai indikator penting untuk mengukur daya beli dan prospek ekonomi dalam negeri ke depan.

Jika data domestik tetap solid dan risalah The Fed tidak lebih hawkish dari ekspektasi, peluang penguatan IHSG dinilai masih terbuka lebar. Strategi investasi yang disarankan saat ini adalah mengakumulasi saham-saham pilihan dengan fundamental yang terjaga.

Beberapa saham yang mendapatkan rekomendasi beli meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA). Target harga masing-masing saham tersebut berada di kisaran Rp 6.400-Rp 6.550, Rp 610-Rp 630, serta Rp 106-Rp 116 per saham.