Bursa Saham

Bursa Asia Melemah Meski Laba Samsung Melonjak akibat Permintaan AI

50
×

Bursa Asia Melemah Meski Laba Samsung Melonjak akibat Permintaan AI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026), meskipun sentimen positif sempat muncul dari proyeksi lonjakan laba kuartalan Samsung Electronics akibat tingginya permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Di saat bersamaan, mata uang yen Jepang terus tertekan dan bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun. Pasar kini bersiap menghadapi potensi intervensi pemerintah Jepang untuk menstabilkan nilai tukar.

Samsung Electronics melaporkan estimasi laba operasional periode April–Juni yang melonjak 19 kali lipat secara tahunan menjadi 89,4 triliun won atau sekitar US$ 58,44 miliar. Pencapaian ini menandai rekor laba operasional kuartalan selama tiga periode berturut-turut.

Kendati kinerja Samsung impresif, pasar saham Korea Selatan justru merosot 4,1%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terkoreksi 0,73%, sementara indeks Nikkei Jepang melemah 1,08%.

Kepala Ekonom Daiwa Securities, Toru Suehiro, menilai reli saham sektor AI lebih didorong oleh kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global dan inflasi. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran, membuat modal mengalir ke sektor teknologi sebagai aset lindung nilai.

Suehiro menambahkan bahwa pergerakan pasar saat ini belum mencerminkan kondisi ekonomi riil secara utuh. Akibatnya, indeks diperkirakan akan terus bergerak dalam rentang terbatas atau range-bound dalam jangka pendek.

Optimisme serupa sebenarnya sempat terlihat di Wall Street pada penutupan Senin (6/7). Indeks Dow Jones naik 0,29%, S&P 500 menguat 0,72%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,12% karena ekspektasi laba emiten teknologi yang kuat.

Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, saat ini tengah memulai penawaran saham di pasar Amerika Serikat untuk menghimpun dana 43 triliun won. Perusahaan dikabarkan telah mendapatkan indikasi minat investor hingga US$ 7 miliar.

Broadcom juga memperkuat posisi di pasar semikonduktor dengan memperluas kemitraan strategis bersama Apple hingga 2031. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan pasokan chip khusus bagi produk Apple.

Di pasar valuta asing, yen Jepang diperdagangkan di atas level 162 per dolar AS. Posisi ini mendekati titik terlemah sejak 2007 terhadap poundsterling di kisaran 217,09 yen per pound.

Analis Senior MUFG Bank, Akihiko Yokoo, menyatakan pelaku pasar kini memantau lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun. Jika lelang kurang diminati, imbal hasil obligasi dapat melonjak dan memperparah tekanan jual terhadap yen.

Indeks dolar AS tercatat naik tipis 0,03% ke level 100,89. Sementara itu, euro melemah tipis 0,01% menjadi US$ 1,1439.

Pasar komoditas menunjukkan pergerakan terbatas dengan harga minyak mentah WTI naik 0,54% menjadi US$ 68,92 per barel. Harga minyak Brent juga menguat 0,49% ke level US$ 72,34 per barel.

Investor kini menanti hasil KTT NATO di Turki yang akan dihadiri Presiden Donald Trump. Selain itu, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Rabu (8/7) menjadi perhatian utama terkait arah kebijakan moneter di bawah Kevin Warsh.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terpantau naik tipis ke level 4,483%. Sebaliknya, harga emas turun 0,49% menjadi US$ 4.143,59 per ons, perak melemah hampir 1%, dan tembaga turun 0,21%.