Ekonomi

Ekonomi Kreatif Dorong Jakarta Menjadi Kota Global yang Berdaya Saing

48
×

Ekonomi Kreatif Dorong Jakarta Menjadi Kota Global yang Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang berlangsung pada 4-5 Juli di Istora Senayan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 55 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 21 miliar.

Peningkatan transaksi tersebut menjadi indikator optimisme terhadap sektor ekonomi kreatif di ibu kota. Festival ini tidak hanya sekadar ajang promosi, tetapi telah berkembang menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat sektor riil.

Sebanyak 377 tenant turut memeriahkan acara ini, mencakup pelaku UMKM sektor kuliner, fesyen, dan kriya. Selain itu, terdapat 87 tenant yang fokus pada layanan, edukasi, dan komunitas yang berkolaborasi dengan 67 lembaga terkait.

Penyelenggaraan JKF 2026 mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”. Acara ini menjadi fondasi bagi Jakarta dalam membangun ekonomi baru yang mengandalkan kreativitas sebagai aset bernilai tambah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa festival ini adalah upaya bersama untuk menggerakkan ekonomi daerah. Peran Bank Indonesia kini tidak terbatas pada kebijakan moneter, tetapi juga merambah pada digitalisasi sistem pembayaran bagi pelaku UMKM.

Salah satu bukti nyata digitalisasi tersebut adalah tingginya penggunaan QRIS oleh pengunjung dan pedagang di area festival. Masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi non-tunai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makanan kaki lima hingga produk fesyen.

Sekitar 15 ribu pengunjung tercatat memadati Istora Senayan selama dua hari pelaksanaan. Mereka tidak hanya berbelanja, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kompetisi film dan pameran pertanian perkotaan.

Pada ajang ini, Jakarta juga meraih Rekor MURI untuk kategori pajangan hasil pertanian perkotaan dengan jenis terbanyak. Sebanyak 157 petani terlibat menampilkan 64 jenis komoditas sebagai bagian dari edukasi ekonomi kreatif.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyongsong usia lima abad kota Jakarta. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dinilai krusial dalam memperkuat daya saing kota di tingkat global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menambahkan bahwa JKF berperan penting dalam mendorong UMKM naik kelas. Percepatan digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat terus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memandang ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru bagi kota ini. Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global yang tidak lagi bergantung pada status administratif, melainkan pada inovasi dan kreativitas warga.

Pengalaman kota besar dunia, seperti Tokyo atau Seoul, menunjukkan bahwa identitas ekonomi modern dibangun melalui sektor kreatif. Jakarta kini tengah menempuh jalan serupa dengan menjadikan ide dan sinergi sebagai fondasi utama pembangunan.

Keberhasilan festival ini menjadi titik tolak bagi Jakarta untuk menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Transformasi ini menjadi kunci bagi Jakarta untuk tetap relevan dan berdaya saing di masa depan.