Ekonomi

Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 145,6 Miliar pada Juni 2026

40
×

Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 145,6 Miliar pada Juni 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar US$ 145,6 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 yang berada di level US$ 144,9 miliar.

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kenaikan cadangan devisa bulan Juni 2026 didorong oleh penerimaan pajak serta sektor jasa. Perolehan tersebut mampu menutupi kebutuhan pengeluaran negara dalam periode yang sama.

Peningkatan cadangan devisa tetap terjadi di tengah kewajiban pemerintah dalam melakukan pembayaran utang luar negeri. Selain itu, BI juga melakukan intervensi melalui kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk meredam dampak ketidakpastian pasar keuangan global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengonfirmasi bahwa posisi cadangan devisa saat ini tetap berada dalam kondisi terjaga. Pihaknya memastikan bahwa kenaikan tersebut merefleksikan arus kas masuk yang positif bagi negara.

Sebelumnya, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 sempat mengalami penurunan sebesar US$ 1,3 miliar dibandingkan akhir April 2026 yang mencapai US$ 146,2 miliar. Penurunan pada Mei tersebut sempat menjadi perhatian karena menyentuh level terendah sejak Desember 2024.

Sebagai catatan, cadangan devisa Indonesia sempat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Desember 2024 dengan nilai US$ 155,72 miliar. Fluktuasi yang terjadi sejak saat itu merupakan respons atas dinamika ekonomi global yang menantang.

Meskipun terjadi fluktuasi, otoritas moneter menilai posisi cadangan devisa saat ini masih berada di level yang sangat aman. Angka US$ 145,6 miliar setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Tingkat cadangan devisa tersebut melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya ditetapkan pada angka tiga bulan impor. BI menegaskan bahwa cadangan devisa yang ada saat ini cukup kuat untuk mendukung ketahanan sektor eksternal.

Selain itu, cadangan devisa yang memadai dianggap mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan domestik. Hal ini menjadi instrumen penting bagi BI dalam mengelola kebijakan moneter di tengah tekanan global.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga dengan baik. Keyakinan tersebut didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta proyeksi aliran masuk modal asing yang berkelanjutan.

Optimisme ini didorong oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional di masa depan. Selain itu, tingkat imbal hasil investasi di Indonesia dinilai masih cukup menarik bagi para pemodal asing.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.