Investasi

Strategi Sinarmas AM Kejar Target Dana Kelolaan Rp67 Triliun Tahun Ini

45
×

Strategi Sinarmas AM Kejar Target Dana Kelolaan Rp67 Triliun Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Sinarmas Asset Management menetapkan target ambisius untuk meningkatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga mencapai Rp 67 triliun pada akhir tahun 2026. Perusahaan optimistis dapat mencapai angka tersebut meski industri reksadana nasional saat ini menghadapi tekanan pasar yang cukup signifikan.

Optimisme ini berpijak pada penguatan lini produk pendapatan tetap, perluasan jaringan distribusi, serta implementasi inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Langkah strategis tersebut diambil di tengah tren moderasi industri yang ditandai dengan penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nasional.

Data industri terkini mencatat NAB reksadana nasional turun 4,79 persen secara bulanan (month-to-month) menjadi Rp 652,9 triliun. Kondisi ini diperparah oleh aksi pencairan unit penyertaan atau net redemption yang mencapai Rp 23,75 triliun.

Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menyatakan bahwa pipeline bisnis perusahaan masih menunjukkan performa yang solid. Produk reksadana pendapatan tetap dinilai tetap menjadi instrumen investasi paling diminati oleh para investor di tengah ketidakpastian pasar.

Selain memperkuat instrumen surat utang, perusahaan terus memperluas jaringan distribusi secara masif. Perseroan juga menyiapkan rangkaian produk baru guna menjawab kebutuhan pasar yang dinamis dan fluktuatif.

Keunggulan pengelolaan portofolio secara aktif (active management) menjadi kunci utama dalam strategi perusahaan. Hingga 7 Juli 2026, sejumlah produk unggulan seperti Danamas Pasti, Danamas Stabil, dan Simas Pendapatan Optima mencatatkan imbal hasil tahunan di kisaran 6,4 hingga 6,5 persen.

Capaian tersebut terpantau jauh melampaui kinerja Infovesta Fixed Income Fund Index yang berada di level 2,3 persen. Hal ini membuktikan efektivitas strategi investasi yang diterapkan oleh manajemen dalam mengelola aset nasabah.

Pada segmen reksadana saham, perusahaan mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan melalui produk Danamas Saham. Inovasi ini membuahkan hasil positif dengan catatan imbal hasil tahunan sebesar 6,53 persen per 7 Juli 2026.

Performa ini menunjukkan kontras yang tajam dibandingkan dengan indeks saham LQ45 yang masih mengalami koreksi mendalam sebesar 22,49 persen pada periode yang sama. Pemanfaatan teknologi AI dinilai menjadi pembeda yang krusial dalam menavigasi volatilitas pasar saham.

Menghadapi dinamika pasar ke depan, perusahaan menekankan pentingnya strategi investasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA). Pendekatan ini dianggap sebagai mekanisme paling efektif bagi investor untuk meminimalisir risiko pasar.

Investor disarankan untuk tetap menjaga keseimbangan portofolio dengan menempatkan reksadana pasar uang atau pendapatan tetap sebagai bantalan stabilitas. Di saat yang sama, eksposur pada reksadana saham tetap diperlukan untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang saat kondisi ekonomi membaik.