NewsProperti

Bupati Dharmasraya Percepat Realisasi Program Hunian Layak Pusat

58
×

Bupati Dharmasraya Percepat Realisasi Program Hunian Layak Pusat

Sebarkan artikel ini
percepat-penyediaan-hunian-layak,-pemkab-dharmasraya-usulkan-program-ke-kementerian-pkp
Percepat Penyediaan Hunian Layak, Pemkab Dharmasraya Usulkan Program ke Kementerian PKP

Jakarta – Upaya percepatan Program Nasional 3 Juta Rumah menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Pertemuan strategis yang digelar di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/7/2026) tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Komunikasi RI, M. Qodari, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.

Menteri Maruarar secara langsung mengajak Bupati Annisa meninjau lokasi percontohan kawasan kumuh yang kini telah bertransformasi menjadi hunian modern yang layak huni.

Inovasi penataan kawasan tersebut diharapkan menjadi model bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memperbaiki kualitas hunian di daerahnya.

Di hadapan Menteri PKP, Bupati Annisa memaparkan data krusial terkait kebutuhan hunian di Dharmasraya yang saat ini memiliki backlog sebanyak 18.500 unit.

Ia merinci bahwa terdapat 2.766 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta 23.598 keluarga berpenghasilan rendah yang mendesak untuk mendapatkan akses hunian lebih manusiawi.

Selain itu, wilayahnya masih memiliki 34 kawasan kumuh seluas 229,90 hektare yang membutuhkan intervensi infrastruktur dasar seperti pembenahan air bersih, sanitasi, drainase, dan sistem pengelolaan sampah.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Dharmasraya mengajukan usulan bantuan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta Bantuan PSU.

Pihaknya turut mengusulkan pembangunan rumah susun yang diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan aparatur sipil negara.

Bupati Annisa menegaskan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan proyek, mulai dari ketersediaan lahan, kemudahan perizinan, hingga validitas data pendukung di lapangan.

Dharmasraya sendiri bukan kali pertama menangani hunian, terbukti dengan kesuksesan penataan kawasan kumuh Pasar Lama Pulau Punjung seluas 15,4 hektare dengan nilai investasi Rp6,2 miliar.

Melalui sinergi ini, pemerintah daerah optimistis target hunian sehat dan tertata bagi warga Dharmasraya akan segera terwujud.