Bursa Saham

IHSG Menguat ke 5.924, Simak Daftar Saham Incaran Asing Pekan Ini

56
×

IHSG Menguat ke 5.924, Simak Daftar Saham Incaran Asing Pekan Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,20% atau 11,91 poin ke level 5.924,26. Penguatan ini sekaligus menggenapi kinerja indeks yang mencatatkan akumulasi pertumbuhan sebesar 0,83% sepanjang pekan berjalan.

Meskipun indeks menunjukkan tren positif, dinamika pasar saham domestik masih dibayangi oleh arus keluar modal asing yang signifikan. Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net sell) secara konsisten selama satu minggu terakhir.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI menunjukkan nilai total net sell investor asing mencapai Rp 1,31 triliun di seluruh pasar selama sepekan. Pada perdagangan Jumat (10/7/2026) saja, asing melepas saham senilai Rp 421,51 miliar.

Selama sesi perdagangan hari Jumat, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang level 5.887 hingga 5.949. Aktivitas perdagangan di bursa domestik tercatat cukup ramai dengan total volume mencapai 18,51 miliar saham.

Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh pelaku pasar pada penutupan pekan ini mencapai Rp 8,85 triliun. Angka tersebut mencerminkan masih tingginya minat transaksi meskipun tekanan jual dari pihak asing terus berlanjut.

Di tengah sentimen aksi jual bersih secara keseluruhan, investor asing terpantau masih mengakumulasi sejumlah saham pilihan. Beberapa emiten berkapitalisasi besar dan sektor komoditas menjadi sasaran utama pembelian investor asing selama sepekan perdagangan.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp 978,72 miliar. Posisi kedua diikuti oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan nilai net buy sebesar Rp 246,98 miliar.

Selanjutnya, sektor pertambangan dan energi juga menarik minat asing. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan net buy Rp 55,97 miliar, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 54,1 miliar.

Saham perbankan lainnya, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), masing-masing mencatatkan net buy sebesar Rp 43,19 miliar dan Rp 37,81 miliar. Minat asing terhadap saham perbankan menunjukkan daya tarik fundamental yang masih kuat di mata pelaku pasar global.

Selain itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan net buy sebesar Rp 28,97 miliar. Sektor logam lainnya juga mendapat perhatian, yakni PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp 26,0 miliar.

Daftar sepuluh saham dengan net buy terbesar ditutup oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp 24,74 miliar. Terakhir, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 24,45 miliar sepanjang pekan ini.

Analisis pasar menunjukkan bahwa meskipun terjadi tekanan jual asing yang cukup besar secara agregat, selektivitas investor asing tetap tinggi. Para investor cenderung melakukan rotasi portofolio dengan fokus pada saham-saham yang memiliki prospek kinerja stabil.

Kondisi ini memberikan gambaran mengenai sentimen pasar yang tetap terjaga di tengah arus modal yang keluar. Kenaikan IHSG yang mencapai level 5.924,26 menjadi indikator bahwa daya beli domestik mampu menopang pergerakan indeks di tengah tekanan eksternal.