JAKARTA – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi memperpanjang fasilitas pinjaman bergulir (revolving loan facility) senilai Rp 1,5 triliun dengan PT Bank Mizuho Indonesia. Perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Jumat (10/7) lalu.
Langkah korporasi ini bertujuan untuk memperpanjang tenor fasilitas kredit yang sebelumnya diatur dalam perjanjian tertanggal 9 Desember 2022. Meski jangka waktu diperpanjang, plafon pinjaman tetap dipertahankan pada angka maksimal Rp 1,5 triliun.
Perpanjangan fasilitas ini melibatkan sejumlah entitas anak usaha TOWR sebagai peminjam. Entitas tersebut meliputi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), dan PT BIT Teknologi Nusantara (BIT).
Selain itu, PT Iforte Energi Nusantara (IFEN), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), serta PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) juga tercatat sebagai pihak peminjam. Seluruh entitas tersebut merupakan bagian dari ekosistem bisnis Grup Djarum.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kedua pihak sepakat menetapkan jangka waktu fasilitas baru hingga 11 Juli 2027. Sebagai bagian dari syarat perjanjian, Protelindo memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk seluruh kewajiban pembiayaan tersebut.
Sekretaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan, menegaskan bahwa aksi ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perseroan. Transaksi tersebut dinilai tidak mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun kelangsungan usaha grup.
Manajemen juga mengklarifikasi status transaksi tersebut di mata regulasi. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 karena melibatkan perusahaan terkendali dengan kepemilikan saham minimal 99 persen.
Di sisi lain, TOWR memastikan bahwa langkah ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan. Perusahaan juga menegaskan bahwa perpanjangan kredit tersebut tidak memenuhi kriteria transaksi material berdasarkan POJK Nomor 17/POJK.04/2020.
Langkah strategis ini diambil guna menjaga fleksibilitas pendanaan bagi seluruh grup usaha. Dengan memperpanjang tenor, TOWR dapat lebih leluasa dalam mengelola likuiditas serta mendukung kebutuhan operasional jangka menengah.
Keputusan ini mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga stabilitas struktur permodalan di tengah kebutuhan ekspansi infrastruktur telekomunikasi. Perpanjangan fasilitas kredit ini sekaligus memperkuat hubungan kemitraan perbankan antara TOWR dengan Bank Mizuho Indonesia.
Hingga saat ini, TOWR terus mengoptimalkan pengelolaan aset melalui anak-anak usahanya yang bergerak di sektor menara telekomunikasi dan infrastruktur pendukung. Efisiensi pendanaan menjadi prioritas utama perseroan dalam mempertahankan performa di pasar modal nasional.
Manajemen berkomitmen untuk terus mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap aksi korporasinya. Seluruh detail mengenai perubahan perjanjian ini telah dilaporkan secara transparan untuk memenuhi standar keterbukaan informasi bagi para pemangku kepentingan.






