Bursa Saham

IHSG Melemah ke 5.904, Saham MDKA, DEWA, dan UNVR Jadi Top Losers

63
×

IHSG Melemah ke 5.904, Saham MDKA, DEWA, dan UNVR Jadi Top Losers

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan mencatatkan pelemahan pada Senin (13/7/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut terkoreksi 0,33% ke level 5.904,86 pada pukul 09.30 WIB.

Pergerakan negatif IHSG ini selaras dengan tren mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga mengalami tekanan jual. Sentimen negatif dari pasar regional tampak memberikan pengaruh langsung terhadap psikologi investor di pasar modal domestik.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi pada mayoritas indeks sektoral. Sektor perindustrian menjadi penekan utama, diikuti oleh sektor barang konsumen primer, properti dan real estate, barang konsumen non primer, serta sektor keuangan.

Volume perdagangan saham pada sesi pagi ini tercatat mencapai 1,67 miliar lembar saham. Adapun total nilai transaksi yang dibukukan pelaku pasar menyentuh angka Rp 600,5 miliar.

Statistik perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah dibandingkan saham yang berhasil menguat. Sebanyak 270 saham tercatat mengalami penurunan harga, sementara 183 saham menguat dan 238 saham lainnya bergerak stagnan.

Dalam jajaran indeks LQ45, terdapat sejumlah saham yang menempati posisi top losers dengan koreksi cukup signifikan. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penurunan dengan pelemahan 3,11% ke level Rp 2.490 per saham.

Selanjutnya, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyusul dengan penurunan 2,96% ke posisi Rp 328 per saham. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga turut menekan indeks setelah melemah 2,60% ke harga Rp 1.685 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham dalam indeks LQ45 masih mampu mencatatkan kenaikan di tengah tekanan pasar. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu top gainers dengan penguatan 2,47% ke level Rp 1.660 per saham.

Selain itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kenaikan sebesar 2,13% ke harga Rp 1.200 per saham. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 1,74% ke posisi Rp 585 per saham.

Analisis pasar menunjukkan bahwa volatilitas ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap indikator ekonomi makro yang berkembang. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati data arus modal asing serta prospek instrumen investasi lainnya seperti obligasi dan reksadana.

Kondisi pasar yang fluktuatif pada awal pekan ini menuntut investor untuk melakukan diversifikasi portofolio secara lebih cermat. Pemantauan terhadap aksi beli dan jual bersih asing selama sepekan ke depan diperkirakan akan menjadi acuan bagi pergerakan IHSG selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas perdagangan di BEI masih terus berlangsung. Pelaku pasar masih menanti sentimen lanjutan yang dapat memengaruhi arah pergerakan indeks di sesi perdagangan berikutnya.