JAKARTA – Bursa saham di kawasan Asia mengawali perdagangan Senin (13/7/2026) dengan kinerja yang bervariasi cenderung melemah. Kondisi pasar regional ini merefleksikan sentimen negatif dari penutupan bursa Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,24 persen ke level 67.400,88. Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan turut bergerak menguat sebesar 1,3 persen ke posisi 6.895,74.
Di sisi lain, indeks Hang Seng di Hong Kong dibuka melemah 0,13 persen ke level 24.181,52. Tren serupa terjadi pada indeks Taiex yang terkoreksi 0,47 persen ke posisi 45.166,32.
Indeks ASX 200 di Australia mencatatkan penurunan sebesar 0,33 persen menjadi 8.779,3. Tekanan serupa dialami oleh FTSE Straits Times yang melemah 0,37 persen ke 5.449,89, serta FTSE Malay KLCI yang bergerak tipis ke level 1.698,39.
Pelemahan mayoritas bursa Asia ini dipicu oleh sentimen negatif dari pasar Amerika Serikat. Ketiga indeks utama Wall Street sebelumnya ditutup terkoreksi akibat aksi jual pada saham-saham di sektor produsen chip.
Sentimen pasar global juga tertekan oleh lonjakan imbal hasil US Treasury. Investor menunjukkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dunia akan memicu tekanan inflasi yang berkepanjangan.
Di tengah volatilitas pasar, pelaku pasar saat ini menantikan rilis laporan keuangan kuartalan dari sejumlah perusahaan raksasa. Sektor perbankan menjadi fokus utama dengan jadwal rilis laporan dari JPMorgan Chase, Goldman Sachs, dan Bank of America.
Michael Graham, direktur penelitian dan strategi investasi di Canaccord Genuity, menyatakan bahwa fluktuasi pasar saat ini tidak mengubah ekspektasi terhadap musim laporan keuangan. Ia menilai perusahaan teknologi besar masih memiliki prospek yang cukup konstruktif dengan potensi sisi positif yang signifikan.
Data FactSet menunjukkan bahwa kalangan analis memproyeksikan pendapatan perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 akan tumbuh sebesar 23,6 persen pada kuartal kedua tahun ini. Pertumbuhan tersebut dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain laporan pendapatan, pasar akan memantau rilis data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Juni. Indeks harga konsumen tersebut dijadwalkan akan diumumkan pada Selasa pagi waktu setempat.
Faktor lain yang menjadi perhatian investor adalah agenda kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. Ketua The Fed, Kevin Warsh, dijadwalkan akan memberikan laporan tengah tahunan “Humphrey Hawkins” di hadapan anggota parlemen di Capitol Hill.
Agenda ini merupakan momen krusial karena menjadi penampilan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru. Pernyataan dari pimpinan bank sentral tersebut akan dicermati untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.







