Bursa Saham

BWPT Lunasi Sukuk Rp38,29 Miliar, Intip Prospek Kinerja Sahamnya

82
×

BWPT Lunasi Sukuk Rp38,29 Miliar, Intip Prospek Kinerja Sahamnya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) resmi menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok dan bagi hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A senilai Rp38,29 miliar. Pelunasan yang disalurkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ini menandai berakhirnya seluruh kewajiban perseroan terkait efek tersebut.

Direktur BWPT, Choong Kam Loong, menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan pada 13 Juli 2026. Jadwal tersebut dipilih karena tanggal jatuh tempo asli pada 12 Juli 2026 bertepatan dengan hari libur.

Kepala Hubungan Investor BWPT, Melvina, mengonfirmasi bahwa seluruh dana pelunasan tersebut bersumber dari kas internal perusahaan. Per 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas BWPT tercatat mencapai Rp297,1 miliar, yang dinilai cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tersebut.

Manajemen menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas arus kas melalui peningkatan kinerja operasional. Selain itu, perseroan menerapkan disiplin dalam pengelolaan modal kerja serta strategi manajemen liabilitas yang berhati-hati.

Dengan selesainya pembayaran ini, BWPT dipastikan tidak lagi memiliki surat utang yang jatuh tempo pada sisa semester II 2026. Perseroan kini memiliki fleksibilitas pendanaan melalui fasilitas Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi dan Sukuk Mudharabah.

Fasilitas pendanaan tersebut memiliki target dana hingga Rp2,5 triliun. BWPT akan memantau dinamika pasar obligasi dan sukuk korporasi untuk menentukan waktu penerbitan tahap berikutnya sesuai kebutuhan operasional.

Analis pasar menyoroti bahwa struktur permodalan BWPT masih menghadapi tantangan dengan tingkat utang berbunga yang cukup tinggi. Pada kuartal I-2026, rasio net gearing perseroan berada di level 1,36x, melampaui rata-rata industri yang berada di bawah 1,0x.

Kondisi tersebut memberikan ruang fleksibilitas keuangan yang terbatas di tengah tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi. Meski demikian, kemampuan perusahaan melunasi sukuk tepat waktu dianggap sebagai sinyal positif bagi para pemangku kepentingan.

Prospek kinerja BWPT ke depan dinilai masih terjaga dengan adanya arus kas operasi yang positif dan perbaikan laba. Namun, perusahaan tetap perlu mewaspadai likuiditas jangka pendek dan ketergantungan pada strategi refinancing.

Katalis positif bagi perseroan datang dari implementasi program biodiesel B50 yang meningkatkan serapan kebutuhan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Kebutuhan FAME diproyeksikan melonjak hingga 18 juta kiloliter, yang berpotensi mendukung harga komoditas kelapa sawit.

Di sisi lain, tantangan cuaca ekstrem seperti fenomena El Nino pada semester II 2026 menjadi perhatian khusus. Kondisi cuaca yang lebih kering berisiko menekan produktivitas kebun dan menambah biaya produksi.

Analisis pasar menunjukkan bahwa kehadiran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak berdampak langsung terhadap operasional BWPT. Hal ini dikarenakan fokus bisnis BWPT yang sepenuhnya menyasar pasar domestik untuk penjualan CPO dan produk turunannya.

Para analis merekomendasikan strategi trading buy untuk saham BWPT dengan target harga Rp83 per lembar. Kesehatan keuangan perusahaan ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas harga CPO serta disiplin dalam mengelola beban utang yang ada.