Bursa Saham

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 13 Juli 2026

44
×

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 13 Juli 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pasar saham Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan 13 Juli 2026, dengan lonjakan performa yang paling menonjol terjadi pada kelompok saham berharga mahal. Total nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak tajam menjadi Rp12,2 triliun, meningkat dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp8,9 triliun.

Di balik penguatan indeks tersebut, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih secara masif. Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan net sell dengan volume mencapai 449,6 juta saham atau setara dengan nilai Rp437,7 miliar.

Kinerja positif pasar didorong oleh pergerakan saham-saham unggulan di berbagai kategori valuasi. Analisis valuasi pasar menggunakan Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) menjadi indikator utama bagi pelaku pasar dalam menentukan posisi investasi.

PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) muncul sebagai pemimpin di kelompok saham dengan PER terendah, mencatatkan kenaikan harga 4,44%. Kenaikan ini menandai tren positif bagi PGAS yang telah menguat selama dua hari berturut-turut.

Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) turut memberikan kontribusi signifikan bagi pasar dengan lonjakan sebesar 3,22%. Mayoritas saham dalam kelompok PER rendah mengalami penguatan, sementara hanya PT Harta Djaya Karya (HRTA) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (INDF) yang terkoreksi tipis.

Pada kelompok saham dengan harga mahal, PT Barito Pacific (BRPT) mencatatkan performa paling impresif dengan kenaikan sebesar 8,02%. Saham ini juga menjadi pemimpin nilai transaksi di kelompoknya dengan total perputaran modal mencapai Rp540,1 miliar.

PT Amman Mineral Internasional (AMMN) mengikuti jejak BRPT dengan penguatan sebesar 7,69%. Dalam kelompok saham mahal ini, lima emiten berhasil mencatatkan kenaikan di atas 3%, yaitu CUAN, UNTR, BUMI, BRPT, dan AMMN.

Dari sisi efisiensi aset, PT Semen Indonesia (SMGR) mempertahankan status sebagai emiten dengan PBV termurah di antara 20 saham gabungan terpilih, yakni sebesar 0,22 kali. Posisi ini diikuti oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang mencatatkan PBV rendah di angka 0,34 kali.

Sementara itu, dinamika berbeda terjadi pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO). Minat investor terhadap saham ini terpantau menyusut drastis dibandingkan periode perdagangan sebelumnya.

Volume transaksi GOTO tercatat hanya mencapai 41,6 juta saham, turun signifikan dari sebelumnya yang mencatatkan 297,8 juta saham. Nilai transaksi GOTO merosot ke angka Rp2,1 miliar, menjadikannya saham dengan nilai transaksi terendah di antara kelompok 20 saham gabungan.

Harga saham GOTO sendiri terpantau stagnan dengan tidak adanya perubahan nilai, tetap bertahan di level Rp50 per lembar saham. Kondisi ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri atau beralih ke instrumen lain di tengah volatilitas pasar yang tinggi.