Tutup
EkonomiNewsPolitik

Antisipasi Mudik 2026, DPR Minta Transportasi Dibenahi

180
×

Antisipasi Mudik 2026, DPR Minta Transportasi Dibenahi

Sebarkan artikel ini
nevi-zuairina:-penting-kesiapan-bumn-transportasi-hadapi-arus-mudik-dan-balik-lebaran-2026
Nevi Zuairina: Penting Kesiapan BUMN Transportasi Hadapi Arus Mudik dan balik Lebaran 2026

Makassar – Komisi VI DPR RI menyoroti kesiapan sektor transportasi nasional jelang lonjakan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menekankan pentingnya persiapan matang.

Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Makassar, Sulawesi Selatan, awal Maret 2026.

Nevi mengungkapkan, pergerakan masyarakat saat mudik diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Angka ini berdasarkan survei Kementerian Perhubungan.

“Momentum mudik adalah peristiwa mobilitas terbesar masyarakat Indonesia setiap tahunnya,” kata Nevi.

“Karena itu, kesiapan armada, keselamatan perjalanan, serta kualitas pelayanan harus benar-benar dipastikan sejak jauh hari,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI DPR RI berdialog dengan sejumlah mitra kerja strategis.

Di antaranya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Badan Pengelola BUMN, PT DAM, PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT pelita Air, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), PT IAS, PT Angkasa Pura, PT Pertamina, serta Perum Bulog.

Pertemuan membahas kesiapan sektor transportasi, energi, dan pangan dalam menghadapi Idul Fitri 2026.

Nevi menegaskan, koordinasi lintas sektor penting untuk mencegah penumpukan penumpang.

“Kita tidak hanya bicara jumlah armada, tetapi juga bagaimana sistem koordinasi antar moda berjalan dengan baik,” jelasnya.

“Integrasi informasi jadwal, pengaturan arus penumpang, dan manajemen operasional harus dilakukan secara terpadu,” lanjutnya.

Selain transportasi, Nevi menyoroti kelancaran distribusi energi dan ketersediaan pangan.

Kesiapan pasokan BBM dan stabilitas stok bahan pokok penting untuk kenyamanan masyarakat.

Nevi juga menilai pentingnya penguatan sistem pemantauan real-time melalui dashboard monitoring terpadu antar BUMN.

“Dengan sistem monitoring yang terintegrasi, setiap potensi kendala dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat,” katanya.

“Ini penting untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat,” imbuhnya.

Nevi mengingatkan operator transportasi untuk memastikan standar keselamatan sebelum armada beroperasi.

“Saya berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 berjalan aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Nevi.