Tutup
EnergiPerbankan

Bahlil Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg

59
×

Bahlil Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg

Sebarkan artikel ini
bahlil-sebut-cng-gantikan-lpg-masih-tahap-uji-coba
Bahlil Sebut CNG Gantikan LPG Masih Tahap Uji Coba

Jakarta – Pemerintah masih menguji kemungkinan penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram. menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, tahap ini belum mengarah pada keputusan final karena fokus utama masih pada penyesuaian tabung agar sesuai untuk kebutuhan rumah tangga.

Bahlil menilai,opsi CNG disiapkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG yang selama ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. Ia menekankan, pemanfaatan sumber energi dalam negeri harus didorong agar lebih efisien dan memberi dampak lebih besar bagi perekonomian nasional.

“CNG ini untuk 3 kg masih kita melakukan exercise dan uji-coba terhadap tabungnya,” ujar Bahlil di kantornya, Rabu (6/5).

Di sisi lain, pemerintah juga berkepentingan menekan beban subsidi energi yang nilainya diperkirakan berada di kisaran Rp80 triliun hingga Rp87 triliun per tahun dalam kondisi normal. beban itu disebut bisa meningkat jika harga minyak dunia kembali melonjak akibat ketegangan geopolitik.

Karena itu, pemerintah mendorong pemakaian bahan baku energi yang tersedia di dalam negeri untuk menggantikan LPG secara bertahap.Bahlil menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi efisiensi yang harus ditempuh negara.

“Nah, tidak ada cara lain, dalam rangka membangun efisiensi adalah kita mencari akal agar bahan baku yang ada di negara kita itu bisa dikonversi untuk mengganti LPG, kira-kira itu,” katanya.

Meski begitu, Bahlil meminta masyarakat menunggu hasil uji coba tabung CNG 3 kilogram tersebut. Ia menyebut, jika teknologi dan perangkatnya bisa disempurnakan, manfaatnya akan signifikan bagi negara.

“Kapan ini selesai, nanti tunggu uji-coba daripada tabung 3 kg-nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan CNG sebenarnya sudah lama diterapkan di indonesia, terutama untuk hotel dan restoran dengan tabung berkapasitas 20 kilogram. Menurut dia, skema itu terbukti aman dan efisien, tetapi belum cocok untuk kebutuhan masyarakat umum jika masih memakai ukuran besar.

“Itu sudah dipakai di hotel dan restoran dan prudent, bagus, dan ini lebih efisien. Tapi kan rakyat kan tidak mungkin kita suruh yang berat-berat itu 20 kg. Nah, ini yang kita lagi godok. Dan ini sudah kita kerjakan sebenarnya sejak setahun lalu.Tapi untuk mendapatkan teknologi yang 3 kg-nya, ini lagi kita tes,” kata Bahlil.