Tutup
EkonomiInvestasiNews

Bitcoin Bangkit 2026, Kalahkan Saham dan Emas?

316
×

Bitcoin Bangkit 2026, Kalahkan Saham dan Emas?

Sebarkan artikel ini
keuntungan-investasi-bitcoin-diprediksi-kalahkan-saham-dan-emas-di-2026,-kok-bisa?
Keuntungan Investasi Bitcoin Diprediksi Kalahkan Saham dan Emas di 2026, Kok Bisa?

Jakarta – bitcoin diprediksi bangkit pada 2026 setelah performa mengecewakan di 2025. Mata uang kripto terbesar ini diperkirakan turun sekitar 6 persen tahun lalu.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan ekspektasi investor yang sebelumnya optimistis, terutama setelah kembalinya Donald Trump.

Namun, perusahaan riset K33 justru melihat 2026 sebagai momentum kebangkitan Bitcoin.

dalam laporan terbarunya, K33 menilai kinerja buruk Bitcoin di 2025 lebih disebabkan faktor sementara di pasar kripto.

Kombinasi kebijakan moneter, dukungan politik, hingga regulasi baru, K33 memproyeksikan Bitcoin akan mengungguli saham dan emas pada 2026.

K33 menyebut sebagian besar penurunan kinerja Bitcoin tahun lalu berasal dari “gelembung yang terisolasi” dan “ketidakseimbangan leverage sementara” di pasar kripto.

“Ketika harga dan fundamental bergerak berlawanan arah, peluang akan muncul. Dengan pemikiran ini, kami memasuki 2026 dengan pandangan bullish yang konstruktif,” tulis K33, seperti dikutip dari Business Insider.

Berikut enam katalis utama yang menurut K33 akan mendorong kenaikan harga Bitcoin tahun ini.

1.Harga Bitcoin Dinilai masih murah

K33 menilai harga Bitcoin saat ini berada di level yang menarik karena kembali ke “level pra-Trump”.

Bitcoin sempat masuk ke bear market teknikal pada november dan tercatat turun sekitar 44 persen dari puncaknya di kisaran US$126.000 atau setara Rp2,10 miliar.

Dari level US$109.000 atau setara Rp1,82 miliar saat hari pelantikan Trump, harga Bitcoin juga masih lebih rendah sekitar 24 persen.

“K33 memandang BTC secara fundamental masih undervalued dibandingkan kelas aset lainnya,” tulis para periset.

2. Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada 2026.

Lingkungan kebijakan moneter yang lebih longgar ini dinilai akan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pasar saat ini memperkirakan peluang 74 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali atau lebih hingga akhir tahun depan.

“Lingkungan kebijakan moneter ini sangat kontras dengan 2018 dan 2022, sehingga mengurangi kemungkinan terulangnya pola pasar bearish sebelumnya,” kata K33.