Tutup
KoperasiNewsPariwisata

Desa Payung Dorong Koperasi Garap Wisata dan Pangan

72
×

Desa Payung Dorong Koperasi Garap Wisata dan Pangan

Sebarkan artikel ini
kopdes-merah-putih-diyakini-mampu-putar-ekonomi-lokal-bagi-masyarakat-desa
Kopdes Merah Putih Diyakini Mampu Putar Ekonomi Lokal bagi Masyarakat Desa

majalengka – Pemerintah desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, mulai menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor baru penggerak ekonomi warga. Program ini diposisikan sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian desa dengan memaksimalkan sumber daya yang sudah ada di masyarakat.

Kepala Desa Payung Asep Rahmat S menilai kebijakan tersebut memberi arah yang jelas bagi pengembangan ekonomi di tingkat desa. Menurut dia, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar wadah usaha, tetapi juga instrumen untuk mendorong tata kelola ekonomi yang lebih modern, menjaga stabilitas pangan, dan memperkuat daya tahan desa.

Di Desa Payung, pengembangan koperasi tidak hanya diarahkan pada sektor yang sudah ditetapkan pemerintah pusat. Asep menyebut pihaknya ingin menghubungkan koperasi dengan potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal, terutama sektor pariwisata.

“Selain usaha yang sudah ditetapkan Presiden, kami juga ingin mengoptimalkan potensi yang ada di desa, termasuk modal untuk pengembangan wisata,” kata Asep, Jumat, 15 Mei 2026.

Selain wisata, koperasi juga disiapkan untuk masuk ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung warga.Komoditas padi, bawang merah, jagung, durian, melinjo, dan hasil bumi lainnya masuk dalam daftar pengembangan yang akan didorong melalui koperasi desa tersebut.

Asep menambahkan, pemerintah desa ingin memiliki fasilitas penampungan gabah agar petani punya posisi tawar yang lebih baik. Ia mengatakan langkah itu penting supaya distribusi beras di desa lebih stabil dan tidak dikuasai bandar.

Sejak program itu digulirkan pada 2025,pemerintah desa bersama pengurus koperasi langsung bergerak menyiapkan fondasi kelembagaan. Pembentukan pengurus,penjaringan anggota,hingga penyusunan aturan internal menjadi pekerjaan awal yang dikebut agar koperasi bisa segera berjalan.

Meski begitu, rencana pembangunan koperasi masih terbentur persoalan lahan. Lokasi yang disiapkan merupakan aset fasilitas umum berupa bangunan sekolah yang tidak pernah digunakan sejak awal berdiri.

“Kami bersama pengurus koperasi sedang melakukan advokasi agar aset itu bisa dipakai untuk pembangunan koperasi,” ujar Asep.