OlahragaPerbankan

DPR Dorong TVRI Perkuat Strategi Konten Pasca Piala Dunia

129
×

DPR Dorong TVRI Perkuat Strategi Konten Pasca Piala Dunia

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menekankan pentingnya TVRI menyiapkan strategi jangka panjang setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Momentum turnamen global tersebut dinilai harus menjadi pijakan untuk memperkuat posisi lembaga penyiaran publik nasional.

Politisi PDI-Perjuangan ini menyarankan TVRI agar mulai melirik konten olahraga dengan basis penonton yang loyal, seperti Liga Indonesia. Baginya, langkah tersebut krusial guna menjaga stabilitas pangsa pasar penonton setelah euforia Piala Dunia usai.

“Mulai hari ini setelah event Piala Dunia ini, TVRI bisa mempertimbangkan konten yang memiliki basis penonton yang berkelanjutan. Mungkin bisa dipertimbangkan dengan Liga Indonesia karena market sepak bola Indonesia sangat besar,” ujar Nila dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/06/2026).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak TVRI, Nila juga menyoroti pentingnya pemerataan akses siaran. Ia memastikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di pelosok dengan keterbatasan akses, bisa menikmati tayangan Piala Dunia secara gratis dan berkualitas.

“Yang menjadi perhatian saya bukan hanya soal tayangan pertandingan, tetapi juga bagaimana seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati siaran Piala Dunia dengan mudah, gratis, dan berkualitas, termasuk di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses,” tegasnya.

Nila berharap TVRI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara siaran kelas dunia sesaat. Lembaga tersebut didorong mampu membangun ekosistem konten olahraga berkelanjutan demi memberikan manfaat luas bagi publik.

Ia mewanti-wanti agar keberhasilan siaran Piala Dunia tidak berhenti pada tingginya antusiasme selama turnamen. TVRI dituntut terus berinovasi agar dampak positifnya terasa bagi pengembangan bisnis penyiaran nasional ke depan.

Perbankan

Jakarta, IDN Times – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, keputusan BI tersebut merupakan langkah strategis untuk mere…

Perbankan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi dan penyaluran kredit ke sektor riil meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut, kenaikan BI Rate merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Baca Juga: Bank…