Semarang – Sebanyak 263 siswa kini mulai menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan menempati asrama di kompleks Sekolah Rakyat Kota Semarang.
Kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut diketahui telah dimulai sejak 13 Juli 2026.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memantau langsung progres pembangunan fasilitas pendidikan ini pada Jumat (17/7/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan DPR RI terhadap keberlangsungan proyek strategis nasional di sektor pendidikan.
Zigo mengaku ingin memastikan seluruh progres pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai melakukan koordinasi bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare ini merupakan bagian dari pengembangan tahap kedua di 10 titik wilayah Jawa Tengah.
Fasilitas yang tersedia mencakup ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, hingga sarana olahraga.
Sekolah ini diproyeksikan mampu menampung hingga 1.080 murid dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Zigo berharap penyelesaian fisik bangunan segera tuntas agar akses pendidikan berkualitas dapat dirasakan siswa secara maksimal.
“Kami akan terus mengawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan nasional,” pungkasnya.






