Tutup
EkonomiPerbankan

Harga Daging Meugang Aceh Naik, Tradisi Terus Berlanjut

204
×

Harga Daging Meugang Aceh Naik, Tradisi Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
harga-daging-meugang-tembus-rp200-ribu-per-kilogram-di-aceh
Harga Daging Meugang Tembus Rp200 Ribu per Kilogram di Aceh

Aceh – Harga daging sapi dan kerbau melonjak di sejumlah wilayah Aceh pada hari pertama tradisi meugang menjelang Ramadan. Di beberapa daerah,harga bahkan menembus Rp200 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini terpantau di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan.Musliadi, seorang pedagang daging meugang di Abdya, mengungkapkan harga daging sapi dan kerbau mencapai Rp200 ribu per kilogram.”Hari ini harga daging baik kerbau maupun sapi kita jual Rp200 ribu per kilogram,” ujarnya, Senin (16/2).

Kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan hari biasa yang berkisar Rp150 ribu per kilogram.

Lonjakan harga dipicu tingginya permintaan masyarakat menyambut Ramadan,sementara stok ternak terbatas.

meugang adalah tradisi memasak dan menyantap daging bersama keluarga sebagai penyambutan bulan suci Ramadan.Pedagang musiman terlihat menjajakan dagangannya di sepanjang jalan nasional lintas Babahrot-Tapaktuan (Abdya-Aceh Selatan).

Selain daging, bagian lain dari hewan ternak juga dijual dengan harga bervariasi. Isi dalam kerbau dipasarkan Rp25-30 ribu per kilogram.

Tulang paha,baik depan maupun belakang,ditawarkan Rp300-500 ribu,tergantung kesepakatan.

“Meski harga tinggi,antusiasme masyarakat tetap besar. Lokasi penjualan terlihat ramai oleh warga yang ingin membawa pulang daging untuk keluarga,” kata Musliadi.

Herman, seorang pembeli di Pasar Inpres Blangpidie, Abdya, mengaku tradisi Meugang sudah menjadi kewajiban budaya bagi keluarganya.”Walaupun sedikit, kami orang tua tetap harus beli untuk dibawa pulang. Tidak harus banyak, yang penting ada meskipun setengah kilogram,” ungkap Herman.

Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Selatan.

rizki, warga Kecamatan Samadua, menyebut harga daging di wilayahnya rata-rata juga menyentuh Rp200 ribu per kilogram, meski ada yang menjual Rp180 ribu di daerah Trumon.

“kalau di Aceh Selatan mencapai Rp200 per kilogram, ada juga yang Rp180 ribu di daerah ujung seperti Trumon. Tapi rata-rata memang Rp200 ribu per kilogram,” kata Rizki.

Ia menambahkan, tingginya harga tidak menyurutkan minat warga untuk membeli daging. Meugang dinilai sebagai momen sakral yang sudah menjadi bagian dari tradisi tahunan.

“Tadi saya lihat di daerah kota Tapaktuan (ibu kota Aceh Selatan) cukup ramai masyarakat yang membeli daging. Karena ini meugang, jadi walaupun mahal masyarakat sudah terbiasa, memang setiap tahun seperti ini,” pungkas Rizki.

Tradisi meugang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

momentum ini identik dengan memasak serta menyantap daging bersama keluarga, sekaligus menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat aceh.