Investasi

Investasi KEK Capai Rp350 Triliun, Tiga Kawasan Industri Ajukan Perluasan

42
×

Investasi KEK Capai Rp350 Triliun, Tiga Kawasan Industri Ajukan Perluasan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah mencatatkan akumulasi realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebesar Rp 353,3 triliun sepanjang periode 2012 hingga kuartal I 2026. Investasi tersebut sekaligus berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja nasional sebanyak 266 ribu orang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Meskipun kondisi ekonomi global saat ini masih diwarnai ketidakpastian, minat investor terhadap sektor manufaktur di Indonesia tetap tinggi.

Tingginya minat investasi tersebut terlihat dari keterbatasan lahan pada sejumlah KEK berbasis industri manufaktur. Akibatnya, pengelola kawasan kini mengajukan permohonan perluasan lahan kepada pemerintah untuk menampung permintaan yang terus meningkat.

Tiga kawasan yang saat ini dalam proses pengajuan perluasan adalah KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang. Ketiga kawasan tersebut dinilai telah beroperasi secara optimal karena kapasitas lahannya hampir seluruhnya telah terisi atau full utilized.

Pemerintah berencana menambah luas lahan di ketiga kawasan tersebut hingga dua kali lipat dari kapasitas saat ini. Langkah ini diambil sebagai respons atas antrean investor yang ingin menanamkan modal di sektor industri manufaktur dalam negeri.

Selain merealisasikan investasi yang sudah ada, pemerintah mencatat potensi investasi baru yang siap masuk ke berbagai KEK dalam beberapa tahun ke depan. Nilainya diproyeksikan mencapai Rp 846 triliun.

Angka proyeksi tersebut menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi di Indonesia tetap kompetitif bagi penanaman modal asing langsung (Foreign Direct Investment). Pemerintah berkomitmen untuk segera menyiapkan area pengembangan baru guna mengakomodasi aliran modal tersebut.

Di luar sektor manufaktur, pemerintah juga terus mendorong daya saing KEK di sektor jasa sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan KEK Singhasari sebagai pusat pendidikan bertaraf internasional.

Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi papan atas dunia untuk memperkuat ekosistem di KEK Singhasari. Institusi pendidikan yang terlibat di antaranya adalah King’s College London dan Indian Institute of Management Bangalore.

Strategi pengembangan kawasan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan. Fokus pemerintah kini tertuju pada penyelesaian proses perluasan lahan agar potensi investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah tersebut dapat segera terealisasi.

Secara akumulatif, perkembangan di Kawasan Ekonomi Khusus ini membuktikan bahwa sentimen investor terhadap Indonesia masih sangat positif. Sektor manufaktur tetap menjadi primadona, yang didukung oleh kebijakan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur serta kemudahan berusaha di kawasan-kawasan strategis tersebut.