Jakarta – Iran diduga mulai memangkas produksi minyak di tengah blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat (AS).Mengutip Bloomberg, langkah itu disebut sebagai upaya antisipatif Teheran untuk mencegah kapasitas penyimpanan minyak penuh, alih-alih menunggu tangki terisi maksimal.
“Teheran secara preventif mengurangi produksi minyak untuk mencegah mencapai batas kapasitas penyimpanan,” demikian laporan Bloomberg yang mengutip seorang pejabat senior pada Minggu (3/5).
Namun,laporan itu tidak merinci asal negara pejabat yang menjadi sumber informasi tersebut.Bloomberg juga menyebut para insinyur Iran memiliki kemampuan untuk menghentikan operasi sumur minyak dan kembali melanjutkan produksi dalam waktu singkat tanpa menyebabkan kerusakan signifikan.
Laporan serupa turut disampaikan media Rusia, RIA Novosti, yang menyebut Iran mulai menekan produksi minyak di tengah blokade maritim oleh AS.
Situasi ini terjadi setelah ketegangan di kawasan meningkat. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
selanjutnya, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 8 April.Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad dilaporkan tidak membuahkan hasil.Meski tidak ada laporan lanjutan terkait pertempuran, AS disebut mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu juga telah mengirim surat ke Kongres untuk mengumumkan berakhirnya aksi militer terhadap iran. Dalam surat itu, ia menegaskan pasukan AS tetap akan berada di kawasan guna mengantisipasi potensi ancaman dari Teheran.







