Tutup
EkonomiPerbankanPolitik

Luhut Ingatkan: Konflik Iran Ancam Energi, Ekonomi Berputar?

235
×

Luhut Ingatkan: Konflik Iran Ancam Energi, Ekonomi Berputar?

Sebarkan artikel ini
luhut-ungkap-keunggulan-iran-lawan-as-israel:-tak-ada-tanda-melemah
Luhut Ungkap Keunggulan Iran Lawan AS-Israel: Tak Ada Tanda Melemah

Jakarta – Konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi besar memengaruhi ekonomi Indonesia, terutama sektor energi. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti hal ini dan menekankan pentingnya langkah antisipasi.

Luhut menilai Iran memiliki keunggulan dalam persenjataan, khususnya roket dan drone. ia memperkirakan konflik ini tidak akan selesai dalam waktu dekat.”Saya melihat perang ini tidak akan selesai dalam empat minggu atau satu bulan ke depan karena beberapa pemimpin mereka yang dibunuh (dan) tidak ada tanda-tanda melemah,” kata Luhut, dikutip dari unggahan di akun Instagramnya, Jumat (6/3).

Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi terganggunya jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital pengiriman minyak dunia,termasuk impor minyak mentah Indonesia dari Timur Tengah.

Luhut menekankan perlunya pemerintah menyiapkan langkah antisipasi jika jalur tersebut ditutup oleh Iran.

Ia juga khawatir harga minyak dunia bisa melonjak hingga US$100 per barel, jauh di atas asumsi ICP dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

“Padahal kita bikin di APBN US$70 ya. jadi ini yang harus kita amati. Kalau sampai (perang) ini berkelanjutan, lama, harga minyak naik.Itu betul-betul harus kita cermati,” ujarnya.

Luhut mengimbau pemerintah untuk menghitung secara akurat berapa lama cadangan BBM Indonesia dapat bertahan.Jika cadangan mencukupi hingga 30 hari, pemerintah perlu memetakan sumber impor minyak alternatif.

“Dari mana kita harus import minyak, berapa cost-nya, berapa selisihnya, apa dampaknya pada APBN,” kata luhut.

Ia mengajak masyarakat indonesia untuk bersatu dan mendukung pemerintah dalam menghadapi dampak konflik global.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi pangan dan energi nasional aman menjelang Lebaran, meski konflik di Timur Tengah memanas.

“Kita untuk Lebaran ini aman dari segi pangan dan kemudian dari segi energi juga relatif masih aman,” kata Airlangga, Rabu (4/3).

airlangga menyebut, kebutuhan energi termasuk LPG telah diamankan melalui diversifikasi pasokan, termasuk dari AS.

Pertamina juga telah menandatangani MoU dengan mitra di AS untuk mengamankan pasokan energi.

“Pertamina sudah membuat MoU, sehingga dengan demikian sumber lain juga sebetulnya secara paralel dipersiapkan seandainya suplai dari Timur Tengah betul-betul terganggu karena perang berkepanjangan,” jelas Airlangga.

Pemerintah terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah untuk menjaga stabilitas pangan dan energi nasional.