Tutup
News

Mahyeldi Dorong Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

223
×

Mahyeldi Dorong Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
curah-hujan-masih-tinggi,-gubernur-mahyeldi-imbau-warga-waspadai-bencana-susulan
Curah Hujan Masih Tinggi, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Waspadai Bencana Susulan

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi ansharullah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Mahyeldi meminta warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS), lereng bukit, dan wilayah rawan longsor untuk sementara mengungsi.

“Ini penting untuk meminimalisir risiko,” kata Mahyeldi di Padang, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, pasca bencana akhir November lalu, banyak sungai mengalami pendangkalan akibat sedimen banjir bandang. kondisi ini menyebabkan sungai mudah meluap saat hujan deras.

Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penggunaan alat berat untuk membuka akses jalan di wilayah terdampak bencana. Normalisasi sungai belum dapat dilakukan secara maksimal.

“karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca.

BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sejak siang hari di sebagian besar wilayah Sumbar.

Status Waspada ditetapkan BMKG untuk 11 wilayah, meliputi Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Kota Padang Panjang.

Hujan sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi mulai pukul 11.00 WIB di Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, dan solok Selatan. Potensi meluas ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Solok, Tanah Datar, lima puluh Kota, dan Dharmasraya.

BMKG memperkirakan potensi curah hujan tinggi di Sumbar masih akan berlangsung hingga awal Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.