NewsTeknologi

Mahyeldi Operasikan Radar BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir Pariaman

73
×

Mahyeldi Operasikan Radar BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir Pariaman

Sebarkan artikel ini
resmikan-radar-frekwensi-tinggi-di-pariaman,-gubernur:-perkuat-mitigasi-bencana-dan-keselamatan-masyarakat-pesisir
Resmikan Radar Frekwensi Tinggi di Pariaman, Gubernur: Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Masyarakat Pesisir

Pariaman – Pemerintah resmi mengaktifkan teknologi High Frequency (HF) Radar BMKG di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong, Jumat (3/7/2026).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin langsung peresmian perangkat mutakhir yang dirancang sebagai mata digital untuk memantau arus, dinamika laut, dan tinggi gelombang secara real-time.

Mahyeldi menilai kehadiran teknologi ini sebagai bentuk modernisasi filosofi “Alam Takambang Jadi Guru” dalam upaya mitigasi bencana yang lebih presisi.

Data yang dihasilkan radar tersebut diharapkan mampu menjamin keselamatan nelayan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Selain meminimalisir risiko bencana, sistem ini diproyeksikan memberikan kontribusi strategis bagi sektor keamanan maritim dan efektivitas pelayaran nasional.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan radar ini merupakan bagian integral dari proyek penguatan observasi maritim bertajuk Marine Meteorological System (MMS) 2.

Faisal menuturkan, pemilihan Kota Pariaman sebagai lokasi radar didasarkan pada intensitas aktivitas perikanan yang tinggi serta tingkat kerawanan bencana di wilayah tersebut.

Guna melengkapi infrastruktur peringatan dini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menjadwalkan penambahan empat unit Early Warning System (EWS) sepanjang tahun 2026.

BMKG juga berkomitmen untuk memperluas edukasi publik melalui program Sekolah Lapang yang mencakup literasi cuaca, iklim, hingga prosedur mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut antusias kehadiran teknologi tersebut dan berencana segera mengintegrasikan data radar ke dalam sistem informasi publik daerah.

Yota mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi pusat ini dapat berlanjut pada pembangunan shelter evakuasi untuk proteksi warga setempat.

Prosesi peresmian tersebut disaksikan langsung oleh jajaran petinggi BMKG pusat, sejumlah pejabat daerah, serta unsur Forkopimda terkait.