PendidikanPerbankanTeknologi

Menaker Bekali Generasi Muda Keterampilan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

57
×

Menaker Bekali Generasi Muda Keterampilan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Sebarkan artikel ini

Bandung – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kombinasi karakter tangguh dan keterampilan yang relevan. Langkah ini menjadi kunci utama agar SDM Indonesia mampu beradaptasi dengan transformasi dunia kerja yang bergerak cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam forum Global Parenting Summit 2026 di Bandung, Sabtu (20/6/2026). Ia menyoroti bagaimana pesatnya laju teknologi, otomatisasi, hingga ekonomi hijau menuntut masyarakat untuk terus belajar agar tidak tertinggal.

Data Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum mencatat bahwa 22 persen pekerjaan diprediksi terdampak perubahan hingga tahun 2030. Meskipun 92 juta posisi terancam digantikan sistem, terdapat proyeksi kemunculan 170 juta pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian berbeda.

“Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang,” kata Yassierli.

Menurutnya, penguatan kompetensi ini adalah fondasi krusial bagi Indonesia dalam mewujudkan target lima besar ekonomi dunia pada 2045. Visi besar dalam RPJPN 2025-2045 tersebut memproyeksikan lonjakan pendapatan per kapita nasional hingga kisaran USD 23.000 sampai USD 30.300.

Pemanfaatan bonus demografi pun harus dioptimalkan dengan mencetak SDM unggul. Selain penguasaan teknologi, Menaker menekankan pentingnya integritas, disiplin, etika, tanggung jawab, dan empati sebagai nilai dasar yang harus dimiliki generasi penerus.

Di balik ancaman kecerdasan buatan (AI), Yassierli justru memandang sisi kemanusiaan sebagai nilai tambah yang tidak tergantikan mesin. Ia menyebut kemampuan memimpin, membangun kepercayaan, dan berkolaborasi sebagai keunggulan kompetitif manusia.

“Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia,” ujarnya menegaskan.

Peran orang tua menjadi sorotan khusus karena keluarga merupakan ekosistem pertama dalam pembentukan karakter. Menaker berpesan agar pendidikan anak tidak dibatasi pada satu profesi, melainkan difokuskan pada kemampuan adaptasi jangka panjang.

“Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar dan karakter yang kuat,” pungkasnya.