Tutup
News

Pemerintah Alokasikan Ratusan Miliar Pulihkan Sawah Aceh-Sumatera

94
×

Pemerintah Alokasikan Ratusan Miliar Pulihkan Sawah Aceh-Sumatera

Sebarkan artikel ini
rehabilitasi-sawah-terdampak-banjir-sumatera,-pemerintah-anggarkan-rp-336-miliar
Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir Sumatera, Pemerintah Anggarkan Rp 336 Miliar

Jakarta – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjalankan program ini sebagai kelanjutan dari groundbreaking rehabilitasi yang telah dilaksanakan serentak pada 15 Januari 2026.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menjelaskan tujuan utama dari program ini adalah memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

“Agar bisa segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah,” ujarnya, senin (16/2/2026).

Hermanto menambahkan, percepatan rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Meskipun BMKG memprediksi intensitas curah hujan di Januari-Maret 2026 masih menengah hingga tinggi, program ini tetap berjalan dengan antisipasi di lapangan.

Pemerintah berharap rehabilitasi lahan sawah dan perbaikan irigasi pertanian yang rusak dapat segera dimanfaatkan kembali oleh petani.

“Hujan dengan intensitas cukup besar di sejumlah lokasi desa di Aceh, Sumut, dan Sumbar berdampak pada lahan sawah yang seharusnya dipersiapkan untuk pengangkatan endapan lumpur, kembali terjadi endapan lumpur lagi,” kata Hermanto.

Kondisi ini memaksa tim teknis untuk menyesuaikan strategi penanganan di lapangan.

“Saat ini kita akan melakukan survei ulang untuk mengidentifikasi sedimen/endapan lumpur baru, yang ke depan akan mempengaruhi biaya penanganan,” jelas Hermanto.

Intervensi rehabilitasi akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan lahan. Sawah dengan kerusakan ringan akan ditangani melalui optimasi lahan.

sementara, kerusakan sedang hingga berat akan ditangani melalui program rehabilitasi khusus dengan prioritas pembersihan lahan berdasarkan rencana teknis dan anggaran.

Rehabilitasi irigasi pertanian juga dikombinasikan dengan perbaikan infrastruktur irigasi.

Langkah ini sesuai arahan Menteri Pertanian agar kegiatan optimasi lahan pada sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 32 ribu hektare.

Kegiatan konstruksi meliputi pembersihan lahan, penataan lahan, perbaikan infrastruktur, pengolahan lahan hingga pemanfaatan lahan.

Kegiatan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 9,9 ribu hektare.

Komponen kegiatan konstruksi meliputi pembersihan lahan, perapihan dan perataan tanah, pekerjaan tanah dengan galian saluran irigasi, pembuatan pematang dan galian saluran pembuangan/drainase, pengolahan lahan hingga pekerjaan rehabilitasi infrastruktur pendukung lain di tingkat usaha tani.