Jakarta – Pendidikan di era modern tak lagi bisa mengandalkan metode konvensional.Teknologi menjadi kunci utama untuk membangun sistem pendidikan yang relevan dan adaptif.
Transformasi besar terjadi dari kelas tatap muka tradisional menuju pembelajaran hybrid. Model ini memadukan interaksi langsung dengan pembelajaran berbasis teknologi.Akses internet menjadi kebutuhan dasar,namun teknologi pendidikan telah berkembang jauh melampaui itu. Pembelajaran kini bisa diakses di mana saja, lebih personal, dan interaktif.
ABB Motion, perusahaan global di bidang teknologi motion dan elektrifikasi industri, memperkuat komitmennya dalam pengembangan SDM dan kesiapan teknologi nasional.
Inisiatif ini muncul di tengah tingginya kebutuhan akan talenta teknik yang siap kerja.Survei global menunjukkan 91% pemberi kerja menilai pengalaman praktis dan keterampilan aplikatif sebagai faktor utama dalam merekrut lulusan teknik.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran langsung mengenai penerapan teknologi di industri.Tujuannya, menambah pemahaman mahasiswa tentang tantangan dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin berkontribusi langsung dalam membangun kesiapan talenta teknik Indonesia sejak di bangku kuliah,” ujar Chen-Kang Tan, Vice President, Head of Local Business Area Motion ABB Indonesia.
Wakil Dekan Sumber Daya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB,Arwindra Rizqiawan,menyambut baik program ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia industri.
Pihaknya berencana melanjutkan kegiatan serupa di berbagai institusi pendidikan. Pendekatan akan disesuaikan dengan karakter dan fokus masing-masing kampus.







