Tutup
CSRPerbankan

Pertamina Atasi Krisis Air, Jangkau Papua dan Sumatra

228
×

Pertamina Atasi Krisis Air, Jangkau Papua dan Sumatra

Sebarkan artikel ini
hari-air-sedunia,-jejak-pertamina-dari-papua-hingga-wilayah-bencana
Hari Air Sedunia, Jejak Pertamina dari Papua hingga Wilayah Bencana

Jakarta – PT Pertamina (persero) terus berupaya menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dari pelosok Papua hingga daerah terdampak bencana.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Di Kampung Tambat, Merauke, Papua, Pertamina membangun sistem sumur bor lengkap dengan reservoir penampungan dan fasilitas penyaringan air.

Inisiatif ini menjawab tantangan keterbatasan air bersih yang selama bertahun-tahun dihadapi warga.

Kepala kampung Tambat, Samuel heremba, mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat sangat bergantung pada air hujan.

“Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan,” kata Samuel.

Kini, dengan adanya fasilitas air bersih dari pertamina, masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau.

“Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel.

Vice President Corporate dialog Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa Pertamina telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura pada awal 2026.

Hal ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026.

Fasilitas ini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan,” kata Baron.

“Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” imbuhnya.

Upaya serupa juga dilakukan Pertamina di wilayah sumatra yang terdampak bencana banjir dan lumpur.

Bencana tersebut sempat mengganggu akses air bersih masyarakat.

Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki.

Langkah ini memberikan manfaat bagi lebih dari 17.000 jiwa.

“Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu,” ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.

Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi layak).

Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Lasting Development Goals (SDGs).