Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan tiga nama untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Salah satu nama yang diajukan adalah wakil Menteri Keuangan,Thomas Aquinas Djiwandono.
Selain Thomas Djiwandono, terdapat dua nama lain yang diusulkan, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro. Keduanya merupakan pejabat karir internal di Bank Indonesia.
Masuknya dua nama dari internal BI ini membuat persaingan untuk posisi Deputi Gubernur BI semakin menarik.
dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro dikenal memiliki pengalaman panjang di bank sentral. Keduanya juga memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman teknokratis yang kuat.
Dicky Kartikoyono kembali mengikuti seleksi untuk posisi Deputi Gubernur BI. Ia menjadi satu-satunya calon yang sebelumnya pernah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI untuk posisi yang sama.
Dikutip dari laman resmi bank Indonesia, Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada tahun 1967. Ia meraih gelar sarjana Akuntansi dari sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada tahun 1994.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master di bidang Project Management pada tahun 1999.
Karir Dicky di Bank Indonesia dimulai pada tahun 1995. Sejak saat itu, ia telah menduduki berbagai posisi strategis.
Sejak tahun 2023, Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola pada periode 2022-2023.
Pengalaman internasional juga menjadi bagian dari rekam jejak Dicky. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London pada tahun 2020-2022. Ia juga pernah menjadi pegawai setingkat Direktur Eksekutif di Kantor Perwakilan BI London pada periode yang sama.
Tahun lalu, namanya juga masuk dalam daftar calon Deputi Gubernur BI dalam surat Presiden bernomor R-22/Pres/05/2025 yang telah diterima oleh DPR RI. Pencalonan ini bukan yang pertama bagi Dicky Kartikoyono.







